Rabu, 11 November 2015

Bahasa Indonesia 1#



Kali ini saya akan membuat artikel yang berjudul :
Cara Tuntas Menyembuhkan Diabetes Dengan Herbal








·         Bawang Merah
Atau di sebut juga dengan Allium Cepa L dan termasuk Famili : Alliaceae
·         Deksripsi tanaman :
Tanaman bawang merah tidak berbatang.Daun tunggal memeluk umbi lapis.Umbi lapis menebal dan berdaging,warna merah keputihan.Perbungaan berbentuk  bongkol,mahkota berbentuk bulat telur.Buah batu bulat,berwarna hijau.Biji segi tiga warna hitam.Tanaman bawang merah ada beberapa varietas yaitu : Varietas Bima brebes,Varietas Medan,dan Varietas Keling.
·         Habitat :
Tanaman bawang merah dapat ditemukan di dataran rendah maupun dataran tinggi,yaitu pada ketinggian 0 – 1.000 m dpl.Meskipun demikian ketinggian optimalnya adalah 0 – 400 mdpl saja.secara umun tanah yang tepat ditanamin bawang merah ialah tanah yang bertekstur remah,sedang sampai liat,berdrainase baik,memiliki bahan organik yang cukup ,dan pH nya antara 5,6 – 6,5.Syarat lain,penyinaran matahari minimun 70%,suhu udara harian 25 – 32 derajat c,dan kelembapan nisbi sedang 50 – 70 %.
·         Bagian tanaman yang digunakan :
Umbi lapis.
·         Kandungan kimia :
Bawang merah mengandung senyawa flavonoid yang bekerja sebagai antioksidan dan menurunkan kadar gula darah,kolesterol dan trigliserida.
·         Peranannya dalam menyembuhkan kencing manis :
Bawang merah berkhasiat menurunkan kadar gula darah.
·         Resep dan cara penggunaannya :
Ø  Umbi bawang merah 4 gram
Ø  Buah Buncis 15 gram
Ø  Dan salam 10 helai
Ø  Air 12o ml
·         Cara pembuatannya:
Ø  Dibuat infus
·         Cara pemakaiannya :
Ø  Dimunum sehari 1 kali 100 ml.Diualng selama 14 hari

Rabu, 14 Oktober 2015

Peranan Dan Fungsi Bahasa Indonesia

Bahasa (dari bahasa Sanskerta) adalah kapasitas khusus yang ada pada manusia untuk memperoleh, dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks, dan sebuah bahasa adalah contoh spesifik dari sistem tersebut.

Bahasa Indonesia adalah dalam Kamus Besar Bahasa Indoenesia merupakan bahasa atau percakapan yang biasa digunakan oleh negara, bahasa nasional bangsa indonesia, sesuai kosakata yang ada.


Adapula menurut para ahli Bahasa diantaranya :
·         Pengertian Bahasa menurut (Depdiknas, 2005: 3) bahasa pada hakikatnya adalah ucapan    pikiran dan perasan manusia secara teratur, yang mempergunakan bunyi sebagai alatnya.
·         Pengertian Bahasa menurut Harun Rasyid, Mansyur & Suratno (2009: 126) bahasa merupakan struktur dan makna yang bebas dari penggunanya, sebagai tanda yang menyimpulkan suatu tujuan.
·          Pengertian Bahasa menurut Plato bahasa pada dasarnya adalah pernyataan pikiran seseorang dengan perantaraan onomata (nama benda atau sesuatu) dan rhemata (ucapan) yang merupakan cermin dari ide seseorang dalam arus udara lewat mulut.
·         Pengertian bahsa menurut Bill Adams bahasa adalah sebuah sistem pengembangan psikologi individu dalam sebuah konteks inter-subjektif.
·         Pengertian bahasa menurut Wittgenstein bahasa merupakan bentuk pemikiran yang dapat dipahami, berhubungan dengan realitas, dan memiliki bentuk dan struktur yang logis.
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi yang di gunakan di Indonesia.


Dalam penulisan ilmiah, bahasa merupakan hal yang terpenting. Untuk itu kita harus sebaik mungkin menggunakannya. Antara lain :
·         Dalam hal penggunaan ejaan. Ejaan ialah penggambaran bunyi bahasa dalam kaidah tulismenulis yang distandarisasikan; yang meliputi pemakaian huruf, penulisan huruf, penulisan kata, penulisan unsur serapan, dan pemakaian tanda baca.
·         Dalam hal penulisan kata. Baik kata dasar, kata turunan, bentuk ulang, kata ganti, kata depan, kata sandang, maupun gabungan kata.
·         Dalam penggunaan partikel lah, kah, tah, pun. Partikel lah, kah, tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Contoh: Pergilah sekarang! Sedangkan partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Contoh: Jika engkau pergi, aku pun akan pergi. Kata-kata yang sudah dianggap padu ditulis serangkai, seperti andaipun, ataupun, bagaimanapun, kalaupun, walaupun, meskipun, sekalipun.
·         Dalam hal pemakaian Ragam Bahasa. Berdasarkan pemakaiannya, bahasa memiliki bermacam-macam ragam sesuai dengan fungsi, kedudukan, serta lingkungannya. Ragam bahasa pada pokoknya terdiri atas ragam lisan dan ragam tulis. Ragam lisan terdiri atas ragam lisan baku dan ragam lisan takbaku; ragam tulis terdiri atas ragam tulis baku dan ragam tulis tak baku.
·         Dalam penulisan Singkatan dan Akronim.Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan jabatan atau pangkat diikuti tanda titik. Contoh: Muh. Yamin, S.H. (Sarjana Hukum ). Singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Contoh: dll. hlm. sda. Yth. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti tanda titik. Contoh: DPR GBHN KTP PT. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. Contoh: ABRI LAN IKIP SIM. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital. Contoh: Akabri Bappenas Iwapi Kowani.
·         Dalam penulisan Angka dan Lambang Bilangan. Penulisan kata bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut. Contoh: Abad XX dikenal sebagai abad teknologi. Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika beberapa lambang dipakai berturut-turut. Contoh: Ada sekitar lima puluh calon mahasiswa yang tidak diterima diperguruan tinggi itu.
·         Dalam pemakaian tanda baca. Pemakaian tanda titik (.), tanda koma (,), tanda titik dua (:), tanda titik koma (,), tanda hubung, (-) tanda pisah (_), tanda petik ("), tanda garis miring, (/) dan tanda penyingkat atau aprostop (').
·         Dalam pemakaian imbuhan, awalan, dan akhiran.
·         Dalam penulisan ilmiah, selain harus memperhatikan faktor kebahasaan, kita pun harus mempertimbangkan berbagai faktor di luar kebahasaan. Faktor tersebut sangat berpengaruh pada penggunaan kata karena kata merupakan tempat menampung ide. Dalam kaitan ini, kita harus memperhatikan ketepatan kata yang mengandung gagasan atau ide yang kita sampaikan, kemudian kesesuaian kata dengan situasi bicara dan kondisi pendengar atau pembaca.



Fungsi Bahasa Indonesia
·         Secara umum fungsi bahasa sebagai alat komunikasi: lisan maupun tulis
·         Santoso, dkk. (2004) berpendapat bahwa bahasa sebagai alat komunikasi memiliki fungsi sebagai berikut 

1.                   Fungsi informasi
2.                   Fungsi ekspresi diri
3.                   Fungsi adaptasi dan integrasi
4.                   Fungsi kontrol sosial


Menurut Hallyday (1992) Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi untuk keperluan:

a) Fungsi instrumental, bahasa digunakan untuk memperoleh sesuatu
b) Fungsi regulatoris, bahasa digunakann untuk mengendalikan prilaku orang lain
c) Fungsi intraksional, bahasa digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain
d) Fungsi personal, bahasa dapat digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain
e) Fungsi heuristik, bahasa dapat digunakan untuk belajar dan menemukan sesuatu
f) Fungsi imajinatif, bahasa dapat difungsikan untuk menciptakan dunia imajinasi
g) Fungsi representasional, bahasa difungsikan untuk menyampaikan informasi


Fungsi khusus bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional mempunyai, yaitu:

a) Bahasa resmi kenegaraan
b) Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan
c) Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional
serta kepentingan pemerintahd) Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi


Fungsi kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara:

a) Bahasa resmi kenegaraan
b) Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan
c) Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional
serta kepentingan pemerintah
d) Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi

Bahasa Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat, sehingga perlu dibakukan atau distandarkan.

a) Ejaan Van Ophuijen (1901)
b) Ejaan Soewandi (1947)
c) Ejaan yang Disempurnakan (EYD, tahun 1972)
d) Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan Pedoman Istilah
    (1975)
e) Kamus besar Bahasa Indonesia, dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (1988)


Bahasa Indonesia memiliki fungsi-fungsi yang dimiliki oleh bahasa baku, yaitu:
1.      Fungsi pemersatu, bahasa Indonesia memersatukan suku bangsa yang berlatar budaya dan bahasa yang berbeda-beda
2.      Fungsi pemberi kekhasan, bahasa baku memperbedakan bahasa itu dengan bahasa yang lain
3.      Fungsi penambah kewibawaan, bagi orang yang mahir berbahasa indonesia dengan baik dan benar.
4.      Fungsi sebagai kerangka acuan, bahasa baku merupakan norma dan kaidah yang menjadi tolok ukur yang disepakati bersama untuk menilai ketepatan penggunaan bahasa atau ragam bahasa



SUMBER :
Kamus Bahasa Indonesia


Senin, 15 Juni 2015

Struktur Dan Desain Kepimpinan


Kepimpinan :
·         adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh dari pemimpin kepada pengikutnya untuk mencapai tujuan organisasi.

Dari pengertian kepemimpinan diatas, dapat dikemukakan bahwa pada kepemimpinan itu terdapat unsur-unsur, sebagai berikut :
·         Kemampuan mempengaruhi orang lain, dalam hal ini bawahan atau kelompok.
·         Kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau orang lain.
·         Untuk mencapai tujuan organisai atau kelompok.


Tipe-tipe pemimpin dapat dikelompokkan berdasarkan jenis-jenisnya antara lain:
1. Tipe Otokratis
Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi, menganggap bawahan sebagai alat, tidak menerima kritik, saran dan pendapat.

2. Tipe Militeristis
Menggerakan bawahan dengan sistem perintah, bergantung kepada pangkat dan jabatannya, sukar menerima kritikan dari bawahannya.

3. Tipe Paternalistis
Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa, bersikap terlalu melindungi (overly protective), jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya , bersikap maha tahu.

4. Tipe Karismatik
Mempunyai daya tarik ,sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supra natural powers). Kekayaan, umur, kesehatan, profil tidak dapat dipergunakan sebagai kriteria untuk karisma.

5. Tipe Demokratis
Pemimpin bagi organisasi modern, senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya, berusaha mengutamakan kerjasama dalam usaha mencapai tujuan dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.



Struktur  :
·         Struktur adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian baik secara posisi maupun tugas yang ada pada perusahaaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai tujuan ,bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal.

Ada 6 struktur di antaranya sebagai berikut  :
·         Spesialisasi pekerjaan ,berisi tugas dalam organisasi
·         Departementalisasi, mengelompokkan pekerjaan ,berupa proses.
·         Rantai komando, wewenang yang membentang dari puncak organisasi dan    menjelaskan tanggungjawab. 
·         Rentang kendali , arahan manajer secara efisien dan efektif. 
·         Sentralisasi dan Desentralisasi , tingkat pengambilan keputusan terkonsentrasi pada satu titik di dalam organisasi. Desentralisasi adalah lawan dari sentralisasi. 
·         Formalisasi ,berisi sejauh mana pekerjaan dalam sebuah organisasi.



Desain  :
Desain organisasi ini adalah sebuah proses yang meliputi enam elemen :
Ø  Spesialisasi kerja : adanya pembagian kerja yang dibagi menjadi beberapa  bagian.
Ø  Pembagian departemen : Berdasarkan fungsi, produk, letak geografis, proses, dan jenis costumer
Ø  Ada rantai komando : Sehingga banyaknya karyawan yang dibawahi harus dibatasi agar efektif dan efisien
Ø  Sentralisasi dan Desentralisasi
Ø  Sentralisasi : pengambilan keputusan secara terpusat pada level atas perusahaan
Ø  Desentralisasi : pengambilan keputusan dari level bawah yang terkait langsung dengan aksi
Ø  Formalisasi : ada standardisasi pada setiap organisasi sehingga perilaku karyawan mengikuti aturan dan prosedur yang telah ditentukan.

Macam - macam Desain Organisasi :
Desain Organisasi Tradisional
- Struktur yang simpel : departemensialisasi rendah
- Struktur yang fungsional : pembagian departemen berdasarkan fungsi
- Struktur yang divisional : terdiri dari beberapa divisi dengan terbatasnya otonomi dibawah    koordinasi dan kontrol dari bagian atas perusahaan
 

Desain Organisasi Kontemporer :
- Tim Terstruktur : terdiri dari beberapa grup kerja dengan memberi wewenang kepada karyawan untuk memanajemen diri sendiri
- Matriks dan Struktur Proyek : Para spesialis ditugaskan untuk mengerjakan proyek yang dipimpin oleh seorang project managers : Matrix and Project Participants mempunyai dua managers dan karyawan terus berkerja pada proyek, dan akan pindah setelah proyeknya selesai
- Organisasi tanpa batas-batas organisasi yang jelas : desain organisasi yang fleksibel dan tidak terstruktur yang cenderung untuk tidak terdapat penghalang antara organisasi dengan para pelanggan dan supplier
- Menghapus penghalang (horizontal)
- Menghapuskan batas-batas external, mendekat ke stakeholder.

 
Kesimpulan :
Sebuah struktur dan desain yang efektif harus mampu mengoptimalkankinerja baik organisasi maupun anggotanya.
Hal ini bertujuan untuk tercapainya apabila ada penataan tugas,aktivitas kerja, dan individunya menurut cara – cara tertentu agar tujuan tercapai.


Ø