Bahasa
(dari bahasa Sanskerta) adalah kapasitas khusus yang ada pada manusia untuk
memperoleh, dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks, dan sebuah bahasa
adalah contoh spesifik dari sistem tersebut.
Bahasa
Indonesia adalah dalam Kamus Besar Bahasa Indoenesia merupakan bahasa atau
percakapan yang biasa digunakan oleh negara, bahasa nasional bangsa indonesia,
sesuai kosakata yang ada.
Adapula menurut para ahli Bahasa diantaranya :
·
Pengertian Bahasa menurut (Depdiknas, 2005: 3)
bahasa pada hakikatnya adalah ucapan
pikiran dan perasan manusia secara teratur, yang mempergunakan bunyi
sebagai alatnya.
·
Pengertian Bahasa menurut Harun Rasyid, Mansyur
& Suratno (2009: 126) bahasa merupakan struktur dan makna yang bebas dari
penggunanya, sebagai tanda yang menyimpulkan suatu tujuan.
·
Pengertian Bahasa menurut Plato bahasa pada
dasarnya adalah pernyataan pikiran seseorang dengan perantaraan onomata (nama
benda atau sesuatu) dan rhemata (ucapan) yang merupakan cermin dari ide
seseorang dalam arus udara lewat mulut.
·
Pengertian bahsa menurut Bill Adams bahasa
adalah sebuah sistem pengembangan psikologi individu dalam sebuah konteks
inter-subjektif.
·
Pengertian bahasa menurut Wittgenstein bahasa
merupakan bentuk pemikiran yang dapat dipahami, berhubungan dengan realitas,
dan memiliki bentuk dan struktur yang logis.
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi yang di gunakan di Indonesia.
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi yang di gunakan di Indonesia.
Dalam penulisan ilmiah, bahasa merupakan hal yang terpenting. Untuk itu
kita harus sebaik mungkin menggunakannya. Antara lain :
·
Dalam hal penggunaan ejaan. Ejaan ialah penggambaran bunyi bahasa dalam
kaidah tulismenulis yang distandarisasikan; yang meliputi pemakaian huruf,
penulisan huruf, penulisan kata, penulisan unsur serapan, dan pemakaian tanda
baca.
·
Dalam hal penulisan kata. Baik kata dasar, kata turunan, bentuk ulang, kata
ganti, kata depan, kata sandang, maupun gabungan kata.
·
Dalam penggunaan partikel lah, kah, tah, pun. Partikel lah, kah, tah
ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Contoh: Pergilah sekarang!
Sedangkan partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Contoh:
Jika engkau pergi, aku pun akan pergi. Kata-kata yang sudah dianggap padu
ditulis serangkai, seperti andaipun, ataupun, bagaimanapun, kalaupun, walaupun,
meskipun, sekalipun.
·
Dalam hal pemakaian Ragam Bahasa. Berdasarkan pemakaiannya, bahasa memiliki
bermacam-macam ragam sesuai dengan fungsi, kedudukan, serta lingkungannya.
Ragam bahasa pada pokoknya terdiri atas ragam lisan dan ragam tulis. Ragam
lisan terdiri atas ragam lisan baku dan ragam lisan takbaku; ragam tulis
terdiri atas ragam tulis baku dan ragam tulis tak baku.
·
Dalam penulisan Singkatan dan Akronim.Singkatan nama orang, nama gelar,
sapaan jabatan atau pangkat diikuti tanda titik. Contoh: Muh. Yamin, S.H.
(Sarjana Hukum ). Singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti
satu tanda titik. Contoh: dll. hlm. sda. Yth. Singkatan nama resmi lembaga
pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta dokumen resmi yang
terdiri atas huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti
tanda titik. Contoh: DPR GBHN KTP PT. Akronim nama diri yang berupa gabungan
huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. Contoh:
ABRI LAN IKIP SIM. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau
gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf
kapital. Contoh: Akabri Bappenas Iwapi Kowani.
·
Dalam penulisan Angka dan Lambang Bilangan. Penulisan kata bilangan tingkat
dapat dilakukan dengan cara berikut. Contoh: Abad XX dikenal sebagai abad teknologi.
Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis
dengan huruf, kecuali jika beberapa lambang dipakai berturut-turut. Contoh: Ada
sekitar lima puluh calon mahasiswa yang tidak diterima diperguruan tinggi itu.
·
Dalam pemakaian tanda baca. Pemakaian tanda titik (.), tanda koma (,),
tanda titik dua (:), tanda titik koma (,), tanda hubung, (-) tanda pisah (_),
tanda petik ("), tanda garis miring, (/) dan tanda penyingkat atau
aprostop (').
·
Dalam pemakaian imbuhan, awalan, dan akhiran.
·
Dalam penulisan ilmiah, selain harus memperhatikan faktor kebahasaan, kita
pun harus mempertimbangkan berbagai faktor di luar kebahasaan. Faktor tersebut
sangat berpengaruh pada penggunaan kata karena kata merupakan tempat menampung
ide. Dalam kaitan ini, kita harus memperhatikan ketepatan kata yang mengandung
gagasan atau ide yang kita sampaikan, kemudian kesesuaian kata dengan situasi
bicara dan kondisi pendengar atau pembaca.
Fungsi Bahasa Indonesia
·
Secara umum fungsi bahasa sebagai alat komunikasi: lisan maupun tulis
·
Santoso, dkk. (2004) berpendapat bahwa bahasa sebagai alat komunikasi
memiliki fungsi sebagai berikut
1.
Fungsi informasi
2.
Fungsi ekspresi diri
3.
Fungsi adaptasi dan integrasi
4.
Fungsi kontrol sosial
Menurut Hallyday (1992)
Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi untuk keperluan:
a) Fungsi instrumental, bahasa digunakan untuk memperoleh sesuatu
b) Fungsi regulatoris, bahasa digunakann
untuk mengendalikan prilaku orang lain
c) Fungsi intraksional, bahasa digunakan
untuk berinteraksi dengan orang lain
d) Fungsi personal, bahasa dapat
digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain
e) Fungsi heuristik, bahasa dapat
digunakan untuk belajar dan menemukan sesuatu
f) Fungsi imajinatif, bahasa dapat
difungsikan untuk menciptakan dunia imajinasi
g) Fungsi representasional, bahasa
difungsikan untuk menyampaikan informasi
Fungsi khusus bahasa
Indonesia sebagai bahasa nasional mempunyai, yaitu:
a) Bahasa resmi kenegaraan
b) Bahasa pengantar dalam dunia
pendidikan
c) Bahasa resmi untuk kepentingan
perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional
serta kepentingan pemerintahd) Alat
pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi
Fungsi kedudukan bahasa
Indonesia sebagai bahasa negara:
a) Bahasa resmi kenegaraan
b) Bahasa pengantar dalam dunia
pendidikan
c) Bahasa resmi untuk kepentingan
perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional
serta kepentingan pemerintah
d) Alat pengembangan kebudayaan, ilmu
pengetahuan dan teknologi
Bahasa Indonesia
mengalami perkembangan yang sangat pesat, sehingga perlu dibakukan atau
distandarkan.
a) Ejaan Van Ophuijen (1901)
b) Ejaan Soewandi (1947)
c) Ejaan yang Disempurnakan (EYD, tahun
1972)
d) Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia
Yang Disempurnakan dan Pedoman Istilah
(1975)
e) Kamus besar Bahasa Indonesia, dan
Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (1988)
Bahasa Indonesia
memiliki fungsi-fungsi yang dimiliki oleh bahasa baku, yaitu:
1. Fungsi pemersatu,
bahasa Indonesia memersatukan suku bangsa yang berlatar budaya dan bahasa yang berbeda-beda
2. Fungsi pemberi
kekhasan, bahasa baku memperbedakan bahasa itu dengan bahasa yang lain
3. Fungsi penambah
kewibawaan, bagi orang yang mahir berbahasa indonesia dengan baik dan benar.
4. Fungsi sebagai
kerangka acuan, bahasa baku merupakan norma dan kaidah yang menjadi tolok ukur
yang disepakati bersama untuk menilai ketepatan penggunaan bahasa atau ragam
bahasa
SUMBER :
Kamus Bahasa Indonesia