Sabtu, 29 November 2014

RESUME KELOMPOK



Haloooo, seperti biasa saya Andreas Danang Prasetyo inging memposting tugas yaitu membuat resume hasil dari hasil semua kelompok presentasi berupa sesi  pertanyaan dan jawaban yang di berikan oleh pembawa presentasi tersebut .Semoga bermanfaat dan menambah ilmu buat kalian.
Yang pertama yaitu :
kelompo 1 yang membawakan presentasi yang berjudul :
ARTI PENTING ORGANISASI DALAM BERMASYARAKAT
Soal dan jawaban :
 1.      Bagaimana tanggapan anda tentang organisasi yang menyimpang ?
Jawab : Tanggapan saya tentang organisasi yang menyimpang adalah suatu organisasi itu terdiri dari struktur yang sudah disusun dan tidak mungkin sebuah organisasi itu menyimpang jika tidak ada sekelompok orang atau faktor internal dari organisasi tersebut yang melakukan tindakan diluar dari tujuan organisasi tersebut.

 2.     Organisasi yang dulu dan sekarang itu berbeda, organisasi juga tidak harus bertatap muka. Tanggapan mengenai hal itu bagaimana dan apa sisi baiknya ?
Jawab : Tanggapan saya mengenai pertanyaan ini adalah karena jaman sudah semakin maju dan teknologi semakin berkembang jadi tidak perlu repot-repot untuk saling berkomunikasi face to face melainkan dapat melalui media internet seperti skype salah satunya atau media sosial chating lainnya ,menurut saya bagus dengan keberadaan teknologi yang semakin berkembang pesat didunia maupun di Indonesia.

 3.      Sebutkan contoh organisasi Informal !
Jawab : Pemuda Pancasila, 234 SC,FBR, dan organisasi lainnya.

 4.      Sebutkan contoh organisasi Formal !
Jawab : BEM, FPI dan organisasi lainnya.

 5.      Sebutkan contoh oraganisasi yang bergerak dibidang sosial !
Jawab : LSM , SAR, Posyandu, dan lain-lain.









Kelompok 2 membawakan prsesentasi yang berjudul :
KONFLIK DIDALAM ORGANISASI

Soal dan jawaban :
1. Berikan contoh konflik didalam organisasi dan cara menanganinya?
Jawab : contoh suatu konflik didalam sebuah organisasi yaitu dengan adanya perbedaan pilihan dalam pemilihan kepengurusan baru. Dan cara mengatasi konflik tersebut adalah dengan 5 cara diatas tersebut yang paling cocok untuk menyelesaikan masalah ini.


2..Bagaimana tanggapan kalian tentang sidang saat pemilhan kketua DPR?
Jawab : ini merupakan suatu conoh tindakan yang tidak mencerminkan bahwa DPR pun belom tentu 1 pemikiran dengan keputusan dari individu yang lainnya dan bukan lah contoh yang baik bagi masyarakat yang seharusnya anggota DPR menjadi panutan diidalam masyarakat.


3.Bagaimana dampak organisasi menyelesaikan konflik yang baik dengan cara problem solving?
Jawab : dampaknya cenderung negatif dikarenakan membutuhkan waktu yang lama dalam penyelasaian dengan cara ini ,dan penyelesaian masalah ini setiap individu harus mengidentifikasi permasalahannya terlebih dahulu kemudian mempertimbangkan dan menganalisa permasalahan tersebut.


4.Contoh konflik Bpk Ahok meninggalkan  Gerindra ,tindakan tersebut benar atau salah?
Jawab : tindakan bapak ahok tidak lah salah karena ahok sendiri yang mengajukan pengunduran diri tersebut walaupun partai gerindra lah yang mengangkatnya agar dapat menjadi gubernur.


5. Diantara 5 penyelesaian masalah diatas,cara yang paling efektif untuk penyelesaian sebuah konflik yang mana?
Jawab : jawabannya adalah kita lihat dulu konflik seperti apa dan tingkat permasalahannya lalu diputuskanlah menggunakan cara yang mana yang paling efektif dalam penyelesaian masalah tersebut.namun cara yang disarankan adalah yang terakhir ,yaitu compromising dikarenakan seimbang antara kepentingan pribadi dengan kepentingan orang lain.











Kelompok 3 membawakan presentasi yang berjudul :
Proses Yang Mempengaruhi Pengambilan 
Keputusan dalam Organisasi

Soal dan jawaban :
1. Faktor apa saja yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam organisasi?

Jawab : didalam pengambilan keputusan ini terdapat 3 faktor yaitu : kematangan individu, jumlah anggota saat memilih, musyawarah dan mufakat juga diperlukan dalam pengambilan keputusan ini.  Pertama kita meneliti masalah yang di hadapi, pikirkan dengan baik resiko yang akan dialami (bukan hanya satu resiko), lalu eksekusi keputusan yang akan diambil.

2. Dalam pembuatan keputusan bertipe marketing ,bagaimanakan pengaplikasiannya?

Jawab : Biasanya terdapat didalam perusahaan laba (manufaktur), contoh : Uniliver dan Indofood. Inovasi produk yang dikeluarkan kini semakin berkembang, jika salah satu dari produk mereka kurang diminati oleh masyarakat. Mereka akan semakin berusaha untuk membuat produk baru agar konsumen tidak pergi begitu saja dan pemasaran produk mereka menjadi gagal.

3.Maksud dari pembuat keputusan bertipe pemeras,maksudnya itu seperti apa?

Jawab : Salah satu contohnya adalah pada jaman VOC .Program pembuatan jalan yang pada waktu itu pernah dilaksanakan akan tetapi para pekerjanya tidak diberi makan yang layak serta upah yang seharusnya mereka dapatkan. Mereka dipaksa untuk kerja terus-menerus sampai akhirnya banyak diantara mereka yang gugur dalam pembuatan jalan tersebut.














Kelompok 4 membawakan presentasi yang berjudul :
Komunikasi Dalam Organisasi

Soal dan jawaban :

1. Dalam organisasi pasti terdapat yang aktif dan yang pasif  ,bagaimana komunikasi yang baik antara kedua tersebut?
Jawab : Pada saat penerimaan anggota baru (open recruitment) pastilah ketua sudah menyeleksi yang mana yang harus masuk kedalam sebuah organisasi dan yang tidak .Untuk anggota yang bersifat aktif ia bisa merangkul anggota yang pasif untuk lebih bisa terbuka dan aktif didalam organisasi tersebut .

2. Jenis komunikasi yang efisien?
Jawab : Menurut saya adalah jenis komunikasi lisan dikarenakan antara anggota bisa face to face dalam menghadapi konflik dan penyelesaiannya atau saling bertukar informasi ,jika tidak dapat berhadapan langsung atau lisan karna perkembangan teknologi sudah semakin maju jadi bisa melalui media sosial contohnya : Skype dll.

3. Jaringan Komunikasi yang paling efisien untuk diterapkan?
Jawab : Menurut saya adalah Jaringan Kerja Total dikarenakan kita dapat berkomunikasi dengan orang yang kita tuju tanpa ada perantara orang ke 3.

4.Cara memecahkan masalah komunikasi didalam organisasi?
Jawab : Cara memecahkannya adalah dengan sistem umpan balik.Akan tetapi kita harus benar benar memahami latar belakang masalah tersebut.

5. Upaya apa yang dilakukan organisi agar tetap eksis dan dapat menjalankan fungsinya dengan optimal?
Jawab : Menjaga komunikasi dengan baik antara sesama annggota maupun dengan atasan atau  bawahan. Komunikasilah  yang paling penting untuk menjaga keeksistensian sebuah organisasi. Jadi jika komunikasi didalam organisasi berjalan dengan baik otomatis organisasiakan dapat selalu eksis.


6. Contoh komunikasi dalam kehidupan sehari-hari?
Jawab : Contohnya dalam dunia pendididikan adalah dosen dengan mahasiswa dikelas dengan adanya komunikasi antara dosen dan mahasiswa maka kegiatan belajar akan berjalan dengan lancar.

7. Faktor utama yang menjadi hambatan suatu komunikasi dalam organisasi?
Jawab : ada 2 faktor utama yang menjadi hambatan komunikasi didalam suatu organisasi, yaitu : 1.Faktor Personal (pribadi) 
2.Faktor Organisasi (konfllik didalam organisasi)














Kelompok 5 membawakan presentasi yang berjudul :
Perubahan Dan Perkembangan Organisasi

Soal dan jawaban :

1. Sebutkan cara menghindari penghambatan dalam melakukan pperubahan dan permbangan?
Jawab : a.Mempersiapkan faktor pendukung untuk perubahan organisasi.
              b. Memberikan penjelasan tentang keuntungan adanya perubahan , dampak positif   dari           perubahan tersebut dan keuntungannya.
              c. Meyakinkan bahwa perubahan organisasi adalah suatu jalan untuk organisasi tersebut       mencapai kesuksesan di segala hal.

2. Sebutkan contoh organisasi yang sedang berkembang dan sebutkan saja apa dampaknya?
Jawab : Salah satu contoh organisasi yang sedang berkembang adalah Organisasi yang memberdayakan kaum miskin ,dampaknya adalah kaum miskin ini dapat bekerja dengan layak dan mendapatkan uang dari hasil jerih payah usaha mereka sendiri.


3. Dalam suatu organisasi adakah suatu cara untuk melakukan suatu perubahan?
Jawab : contohnya adalah a.Melakukan perubahan atau restruktur organisasi ,ini adalah salah satu komponen yang menjadinsasaran perubahan.
b. Melakukan perubahan dari segi sikap dan perilaku dalam berorganisasi dengan melakukan permbinaan terhadap anggotanya .
c.Mengubah tata cara bekerja.

4. Apa yang membuat organisasi itu berubah ? dan apa setiap perubahan itu akan menjadi lebih baik?
Jawab : yang dapat membuat suatu organisasi berubah adalah bagamana cara mereka mencapai tujuannya dengan melakukan perubahan tadi maka organisasi tersebut dapatlah mencapai tujuan itu dengan maksimal , setiap perubahan mungkin akan menjadi lebih baik tergantung bagaimana pembinaan terhadap setiap anggota organisasi itu tersampaikan atau tidak maksud nya,sebagian akan menjadi negatif jika penyampaian terhadap anggota tersebut salah.

5.Faktor apa yang mempengaruhi perubahan dan perkembangan?
Jawab : yaitu adalah faktor eksternal, dari faktor eksternal ini dapat menjadi suatu acuan untuk organisasi agar dapat melakukan evaluasi untuk melakukan perubahan menjadi lebih baik dan mendapatkan inspirasi conntoh apa saja yang akan mereka rubah dan mereka kembangkan.

6. Apa yang terjadi bila perubahan dan perkembangan suatu organisasi tidak berjalan dengan baik?
Jawab : cepat atau lambat organisasi tersebut akan tidak eksis kembali maksudnya adalah jika mereka tidak melakukan perubahan dan perkembangan ini organisasi tidak akan dapat mencapai tujuan mereka yang ingin dicapai .Organisasi haruslah melakukan perubahan dan perkembangan suatu organisasi tidak boleh bersikap kaku,egois dan monoton.















Kelompok 6 membawakan presentasi yang berjudul :
Arti Penting Kepemimpinan Didalam Organisasi

Sesi Pertanyaan 

1.Jelaskan tipe kepemimpinan presiden-presiden di Indonesia?
 Jawab : a.Presiden Ir.Soekarno adalah tipe kepemimpinan yang karismatik .
               b. Presiden BJ. Habibie adalah tipe kepemimpinan demokratik dan      cerdas.                                 
              c. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah tipe kepemimpinan otoriter , demokratis dan karismatik.

2. Jika terjadi perbedaan pendapat kebijakan apa yang akan dilakukan oleh seorang pemimpin dan berikan contohnya?
Jawab : Seorang pemimpin harus mengetahui konflik yang sedang dihadapi oleh anggotanya dan tau bagaimana ccara menanganinya .Salah satunya adalah dengan pendekatan agar anggota dapat memberikan informasi konflik yang sedang dihadapi ,jika tidak bisa juga pemimpin haruslah tegas dengan cara memberikan surat peringatan terhadap anggota yang sedang konflik.Lalu seorang pemimpin dapat memberikan optional terhadap anggota tersebut.

3. Faktor yang mempengaruhi kepemimpinan ?
Jawab : a.Faktor Kemampuan Personal , seorang pemimpin yang semenjak lahir sudah memiliki jiwa kepemimpinan .
b. Faktor Jabatan , suatu perusahaan bernama HRD ,manajer, dan yang lain. mereka mempunyai sifat kepemimpinan yang sama walaupun jabatan mereka berbeda.

4.Adakah dari organisasi yang pemimpinnya berjiwa otoriter?
Jawab : jawabannya adalah Ada , M.Khadafi adalah contoh seorang preseiden dengan sifat pemimpin otoriter , dan ada Husni Mubarak adalah Presiden Mesir, Ia memerintah selama lebih kurang 30 tahun. Dia adalah presiden terlama mesir. Pola pemerintahannya dinilai bersifat diktator, kejam, dan korup. Kepemimpinan mubarak dinilai penuh dengan skandal dan penyiksaan.



Senin, 06 Oktober 2014



MAKALAH TEORI ORGANISASI UMUM
PERUBAHAN DAN PERKEMBANGAN ORGANISASI
KELOMPOK 5:
1. AGUNG TRI ATMOJO (10113364)
2. ANDREAS DANANG P. (10113927)
3. DIMAS SATRIA W.P (12113521)
4. HEDI ZAKIA (13113990)
5. M. AGA MUSDALIFAH (15113111)
6. MUKHLIS ABDUL R. (16113199)
7. RISA CARMELITA (17113780)
8. TITUS BAYU (18113930)
KELAS : 2KA13
UNIVERSITAS GUNADARMA
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas izin-Nya kami dapat menyelesaikan makalah “Perubahan dan Perkembangan Organisasi”
Makalah ini berisikan tentang faktor dan proses berubah dan berkembangnya sebuah organisasi. Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang perkembangan organisasi.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam menyusun makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT selalu memberkai kita semua. Amin
Penyusun
i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar …………………………………………………………………………………………………………… i
Daftar Isi ……………………………………………………………………………………………………………………….. ii
BAB I PENDAHULUAN …………………………….……………………………………………………………………… 1
1. Latar Belakang …………………………..……………………………….…………………………………….. 1
2. Rumusan Masalah ………………………………………………….…………………………………………. 1
3. Tujuan ………………………………………………………………………………………………..…………….. 1
BAB II PEMBAHASAN ……………………………………………………………………………………………………… 1
1. Pengertian Organisasi ……………………………………………………………………………………….. 2
2. Tujuan Organisasi ……………………………………………………………………………………………… 3
3. Faktor – Faktor Perubahan Organisasi ………………………………………………………………. 3-4
4. Proses Perubahan ……………………………………………………………………………………………… 5
5. Perkembangan Organisasi ……………………………………………………………….………………… 6
6. Ciri-ciri Pengembangan Organisasi …………………………………………………………………….. 6
7. Metode Pengembangan Organisasi ………………………………………………….……………….. 7-8
1. Metode Pengembangan perilaku ……………………………………………….……………….. 8
2. Metode Pengembangan Keterampilan dan Sikap ……………………….……………….. 9
Contoh Kasus ………………………………………………………………………………………………….………………. 10
BAB III PENUTUP …………………………………………………………………………………………………………….. 11
Daftar Pustaka ………………………………………………………………………………………………………………… 12
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kemampuan organisasi untuk bertahan hidup (survive) sangat ditentukan oleh kemampuan organisasi untuk berubah, menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan bisnis yang dihadapi atau menyesuaikan diri dengan perubahan potensial yang akan terjadi di masa mendatang. Kemampuan organisasi untuk berkembang ditentukan oleh kemampuan organisasi dalam menciptakan perubahan.
Perubahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, baik itu faktor secara negative yang membuat organisasi tersebut mundur, maupun faktor positive yang mendukung organisasi tersebut menjadi maju.
Berbagai upaya perubahan organisasi yang dilakukan secara terencana, seperti upaya perubahan dengan melakukan pembelian peralatan baru, atau merancang ulang sebuah desain, ataupun menyusun ulang suatu kurikulum sekolah, atau suatu departemen pada suatu fakultas. Hal ini karena fokus kajian PO (Pengembangan Organisasi) itu terletak pada peningkatan kemampuan organisasi untuk dapat mengetahui dan memecahkan berbagai masalah yang dihadapi organisasi itu sendiri.
Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan bersama akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian. Pengembangan organisasi (PO) sebagai suatu disiplin perubahan perencanaan yang menekankan pada penerapan ilmu pengetahuan dan praktek keperilakuan untuk membantu organisasi-organisasi mencapai efektivitas yang lebih besar.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa faktor – faktor yang menyebabkan perubahan pada organisasi?
2. Bagaimana proses terjadinya perubahan?
3. Apa saja ciri – ciri pengembangan organisasi?
1.3 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara-cara berorganisasi yang baik. Dimana dalam sebuah organisasi pasti ada perubahan dan perkembangan yang tidak bisa kita hindari. Dalam makalah ini terdapat contoh kasus perubahan organisasi yang dapat dijadikan pelajaran saat nanti ketika kita berorganisasi. Perubahan yang dialami bisa saja menjadikan organisasi itu lebih baik atau lebih buruk, tergantung bagaimana kita sebagai anggotanya yang melakukan perubahan dan perkembangan.
1
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Organisasi
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
– Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
– James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
– Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
– Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.
2
2.2 Tujuan Organisasi
Manusia sering disebut sebagai makhluk sosial, Hal ini disebabkan manusia selalu memerlukan bantuan orang lain dalam hidupnya. Manusia berkumpul, bekerja sama, dan saling berhubungan satu sama lain. Dengan berkumpul, manusia dapat saling memberi dan menerima dalam mewujudkan kehidupan di muka bumi.Organisasi merupakan perwujudan pikiran manusia.Dengan organisasi, manusia berharap agar lebih mudah mencapai keinginan dan harapannya.Karena itu salah satu tujuan organisasi adalah mempermudah setiap orang dalam melaksanakan tugas demi tercapainya tujuan tertentu.
Di negara kita, setiap warga negara mempunyai kebebasan untuk berorganisasi.Bahkan kebebasan itu telah diakui secara sah oleh 
negara.UUD 1945 pasal 28E Ayat 3 secara tegas menyatakan bahwa, “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.”
Dengan pernyataan yang terdapat dalam UUD tersebut, maka jelas bahwa negara memberi kebebasan kepada warga negara untuk membentuk dan memasuki organisasi.Negara juga melindungi setiap orang untuk berkumpul dan mengeluarkan pendapat, baik secara lisan maupun tertulis.
Apa sebenarnya manfaat berorganisasi?
Banyak manfaat yang bisa diambil jika kita masuk dan beraktivitas dalam sebuah organisasi. Manfaat-manfaat itu antara lain sebagai berikut :
a. Organisasi merupakan sarana untuk berinteraksi dengan orang lain dalam ruang lingkup yang lebih luas dan resmi.
b. Organisasi melatih kita dalam membekali diri dengan kemampuan bekerja sama dan berhubungan dengan orang lain.
c. Organisasi dapat mengasah kemampuan diri dalam hal kepemimpinan
d. Organisasi merupakan tempat bagi kita untuk mengabdi kepada sesama.
2.3 Faktor – Faktor Perubahan Organisasi
Alvin L. Bertrand berpendapat bahwa awal dari perubahan itu adalah komunikasi, yaitu proses penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak yang lain sehingga dicapai pemahaman bersama, hal ini disebabkan karena adanya pengkomunikasian gagasan-gagasan, ide-ide, nilai-nilai, keyakinan-keyakinan maupun hasil-hasil kebudayaan fisik.
Sebuah perubahan dan pengembangan dapatlah terjadi pada apapun dan siapapun tidak terkecuali dengan organisasi. Tidak banyak individu atau organisasi menyukai adanya perubahan, namun perubahan tidak dapat dihindari namun harus di hadapi.
3
Proses perubahan organisasi adalah konsep daur hidup atau life cycle. Organisasi mengalami proses kelahiran pertumbuhan, berkembang, kematangan, kemunduran dan akhirnya mengalami kematian sebagaimana dalam semua sistem biologi dam sistem sosial. Secara garis ada dua faktor penyebab terjadinya perubahan dalam organisasi yaitu:
a. Faktor Eksternal
Adalah penyebab perubahan yang berasal dari luar, atau sering disebut lingkungan. Organisasi bersifat responsive terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya. Oleh karena itu, jarang sekali suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa adanya dorongan yang kuat dari lingkungannya. Artinya, perubahan yang besar itu terjadi karena lingkungan menuntut seperti itu. Beberapa penyebab perubahan organisasi yang termasuk faktor ekstern adalah perkembangan teknologi, faktor ekonomi dan peraturan pemerintah.
b. Faktor Internal
Adalah penyebab perubahan yang berasal dari dalam organisasi yang bersangkutan, yang dapat berasal dari berbagai sumber antara lain:
– Problem hubungan antar anggota
– Problem dalam proses kerja sama
– Problem keuangan
Hubungan antar anggota yang kurang harmonis merupakan salah satu problem yang lazim terjadi. Dibedakan menjadi dua, yaitu: problem yang menyangkut hubungan atasan bawahan (hubungan yang bersifat vertikal), dan problem yang menyangkut hubungan sesama anggota yang kedudukannya setingkat (hubungan yang bersifat horizontal).
Dari perubahan tersebut tentunya akan berdampak pada beberapa perubahan dalam organisasi tersebut, seperti perubahan sifat organisasi. Untuk menangani masalah tersebut, haruslah organisasi tersebut menetapkan suatu tindakan atau kebijakan dan penyesuaian diri agar sifat organisasi yang sebelumnya tidak lenyap dan terganti. Saat terjadi perubahan struktur organisasi, haruslah tetap berpegang teguh kepada prinsip bahwa struktur organisasi telah disusun dan di tetapkan dengan tujuan memberikan suatu gambaran tentang berbagai hal dalam organisasi tersebut. Dalam melakukan perubahan dalam suatu organisasi umumnya tidak berjalan dengan begitu lancar karna terdapat beberapa hambatan dalam proses perubahan tersebut. Hambatan tersebut umumnya terjadi dari luar atau dari faktor ekstenal.
4
2.4 Proses Perubahan
Organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi. Yang dimaksud dengan proses perubahan organisasi adalah tata urutan atau langkah langkah dalam mewujudkan perubahan organisasi.
Perubahan organisasi merupakan perubahan yang berkaitan dengan pengembangan, perbaikan, maupun penyesuaian yang meliputi struktur, teknologi, metode kerja maupun sistem manajemen suatu organisasi. suatu organisasi tidak harus melaksanakan suatu perubahan. Hal ini merupakan suatu strategi untuk memenuhi beberapa keseluruhan tujuan dari suatu organisasi.Langkah tersebut terdiri dari :
a. Mengadakan Pengkajian
Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi. Perubahan yang terjadi di luar organisasi itu mencakup berbagai bidang, antara lain politik, ekonomi, teknologi, hukum, sosial budaya dan sebagainya. Perubahan tersebut mempunyai dampak terhadap organisasi, baik dampak yang bersifat negatif maupun positif. Dampak bersifat negatif apabila perubahan itu menjadi hambatan bagi kelancaran, perkembangan dan kemajuan organisasi. Dampak bersifat positif apabila perubahan itu dapat memperlancar kegiatan, perkembangan dan kemajuan organisasi atau dalam bentuk kesempatan-kesempatan baru yang tidak tersedia sebelumnya.
b. Mengadakan Identifikasi
Yang perlu diidentifiskasi adalah dampak perubahan perubahan yang terjadi dalam organisasi. Setiap faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan organisasi harus diteliti secara cermat sehingga jelas permasalahannya dan dapat dipecahkan dengan tepat.
c. Menetapkan Perubahan
Sebelum langkah-langkah perubahan diambil, pimpinan organisasi harus yakin terlebih dahulu bahwa perubahan memang harus dilakukan, baik dalam rangka meningkatkan kemampuan organisasi maupun dalam rangka mempertahankan eksistensi serta pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya.
d. Menentukan Strategi
Apabila pimpinan organisasi yakin bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan maka pemimpin organisasi harus segera menyusun strategi untuk mewujudkannya.
5
e. Melakukan Evaluasi
Untuk mengetahui apakah hasil dari perubahan itu bersifat positif atau negatif, perlu dilakukan penilaian. Apabila hasil perubahan sesuai dengan harapan berarti berpengaruh postif terhadap organisasi, dan apabila sebaliknya berarti negatif.
2.5 Perkembangan Organisasi
Ada beberapa pengertian tentang Perkembangan Organisasi, diantaranya :
a. Strategi untuk merubah nilai-nilai daripada manusia dan juga struktur organisasi sehingga organisasi itu dapat beradaptasi dengan dengan lingkungannya.
b. Suatu penyempurnaan yang terencana dalam fungsi menyeluruh (nilai dan struktur) suatu organisasi.
c. PO merupakan suatu proses yang meliputi serangkaian perencanaan perubahan yang sistematis yang dilakukan secara terus-menerus oleh suatu organisasi.
d. PO merupakan suatu pendekatan situasional atau kontingensi untuk meningkatkan efektifitas organisasi
e. PO lebih menekankan pada system sebagai sasaran perubahan.
f. PO meliputi perubahan yang sengaja direncanakan
Dari beberapa pengertian diatas,dapat kita simpulkan bahwa Perkembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan bersama akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian. Pengembangan organisasi (PO) sebagai suatu disiplin perubahan perencanaan yang menekankan pada penerapan ilmu pengetahuan dan praktek keperilakuan untuk membantu organisasi-organisasi mencapai efektivitas yang lebih besar.
2.6 Ciri-ciri Pengembangan Organisasi
Suatu strategi pendidikan yang kompleks yang dimaksudkan untuk mengubah keyakinan, sikap, nilai, dan struktur organisasi sehingga mereka dapat lebih beradaptasi dengan teknologi baru, pemasaran dan tantangan, dan tingkat yang memusingkan perubahan itu sendiri. Maka Pengembangan organisasi yang efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
6
•Merupakan strategi terencana dalam mewujudkan perubahan organisasional, yang memiliki sasaran jelas berdasarkan diagnosa yang tepat tentang permasalahan yang dihadapi oleh organisasi.
•Merupakan kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan yang akan terjadi.
•Menekankan cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan semua satuan kerja dalam organisasi.
•Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting.
•Menggunakan pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya interaksi, interaksi dan interdependensi antara berbagai satuan kerja sebagai bagian integral di suasana yang utuh.
•Menggunakan pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi.
Bila selama ini kita hanya mengenal pembelajaran pada tingkat individu dan kelompok, maka perkembangan manajemen telah mengenal pembelajaran organisasi (learning organization), yang secara sederhana dapat diartikan sebagai organisasi yang secara terus menerus melakukan perubahan diri agar dapat mengelola pengetahuan lebih baik lagi, memanfaatkan tekhnologi, memberdayakan sumber daya, dan memperluas area belajarnya agar mampu bertahan di lingkungan yang selalu berubah.
2.7 Metode Pengembangan Organisasi
Dalam kegiatan pengembangan organisasi terdapat berbagai macam metode yang pada dasarnya dikelompokan dalam 2 macam, yaitu metode pengembangan perilaku, dan metode pengembangan keterampilan dan sikap.
1. Metode Pengembangan Perilaku
Metode pengembangan perilaku atau Behavioral Development Methode merupakan metode yang berusaha menyelidiki secara mendalam tentang proses perilaku kelompok dan individu. Hal itu dapat dilakukan dengan mempergunakan berbagai cara. Dengan kata lain, metode pengembangan perilaku dapat dibedakan menjadi berberapa macam.
Dalam buku ini hanya disebutkan 4 macam yaitu, jaringan manajerial, latihan kepekaan, pembentukan tim, dan umpan balik survei.
7
- Jaringan manajerial : Jaringan manajerial atau kisi manajerial disebut juga latihan jaringan adalah suatu metode pengembangan organisasi yang didasarkan jaringan material. Teori ini dipelopori oleh Robert Blake dan Jane Mouton. Menurut mereka, gaya kepemimpinan akan menjadi sangat efektif apabila perhatian pimpinan terhadap produksi dan orang dalam keadaan seimbang. Dalam hal demikian pimpinan menunjukkan perhatian tinggi baik terhadap produksi maupun terhadap orang.
– Latihan Kepekaan : merupakan latihan dalam kelompok. Oleh karena itu metode ini dinamakan pula metode T-group. dalam metode ini yang dimaksud dengan kepekaan adalah kepekaan terhadap diri sendiri dan terhadap hubungan diri sendiri dengan orang lain. Metode ini berlandaskan pada anggapan bahwa kesulitan untuk berprestasi disebabkan oleh adanya persoalan emosional dari kelompok orang-orang yang harus mencapi tujuan.
– Pembentukan Tim : Merupakan salah satu metode pengembangan organisasi dengan mengembangkan perilaku kelompok melalui suatu teknik intervensi yang disebut pembentukan tim. Tujuan dari pada pengembangan perilaku kelompok ialah untuk melakukan pekerjaan secara efektif dengan membentuk tim.
– Umpan Balik Survei : adalah suatu metode yang berusaha mengumpulkan data-data dari para anggota organisasi. Data itu meliputi data-data yang berhubungan dengan tingkah laku, sikap, seta berbagai perasaan lain yang ada pada diri setiap anggota organisasi.
2. Metode Pengembangan Keterampilan dan Sikap
Metode ini merupakan suatu program latihan yang dilaksanakan secara terus-menerus dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap para anggota organisasi. Oleh karena itu yang dimaksud dengan latihan atau training adalah suatu proses pengembangan kecakapan, pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan sikap tingkah laku dari para anggota organisasi.
Program latihan dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya ialah latihan di tempat kerja, latihan instruksi kerja, latihan di luar tempat pekerjaan, dan latihan di tempat kerja tiruan.
– Latihan di tempat kerja : Latihan kerja di tempat kerja yang sebenarnya. Latihan ini melatih anggota organisasi untuk menjalankan pekerjaan-pekerjaan dengan lebih efisien. Keuntungan yang diperoleh dalam latihan di tempat kerja ini antara lain, sangat ekonomis karena para peserta tetap produktif selama mereka mengikuti dan menjalankan latihan, selain itu prestasi anggota organisasi tidak akan berkurang atau hilang, hal ini sangat berbeda apabila dibanding dengan latihan yang diadakan diluar tempat kerja. Latihan yang di luar tempat kerja akan mengakibatkan sebagian prestasi hilang apabila peserta latihan kembali ke tempat kerjanya masing-masing.
8
- Latihan instruksi kerja : Terdiri dari 3 macam yaitu Job Instruction Training (latihan mengenai proses pemberian instruksi-instruksi kerja. Para peserta latihan mula-mula diperkenalkan dengan pekerjaan, dan kepada mereka diberikan berbagai instruksi dan demonstrasi secara bertahap mengenai fungsi pekerjaan.) Job Method Training (Latihan yang berhubungan dengan penyederhanaan kerja) Job Relation Training (Latihan yang berhubungan dengan faktor manusian di dalam pekerjaannya setiap hari)
– Latihan di luar tempat kerja : merupakan latihan yang diadakan di luar tempat kerja. Salah satu keuntungan dari latihan ini adalah adanya motivasi dari para peserta latihan untuk lebih memahami materi/bahan pelajaran mengingat mereka tidak dibebani dengan pekerjaan selama mereka mengikuti latihan.
– Latihan di tempat kerja tiruan : adalah latihan yang diberikan pada tempat kerja tiruan. Latihan ini umumnya diberikan kepada mereka yang bekerja di tempat-tempat kerja yang membawa risiko cukup besar. Dengan latihan ini diharapkan para peserta lebih banyak menguasai tentang teknik-teknik kerja yang baik.
9
CONTOH KASUS :
Ahok: Saya Berhenti Dari Partai, Bukan “Kutu Loncat”
JAKARTA, 
KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama merespons santai sindiran Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut “kutu loncat” dalam Kongres Luar Biasa Partai Gerindra, Sabtu (20/9/2014).
“Enggak mau tanggapilah, nanti jadi susah. Saya masuk Gerindra kan juga (loncat) dari Partai Golkar. Akan tetapi, saya tidak loncat sebetulnya, saya berhenti (dari partai),” kata Basuki di Balaikota Jakarta, Senin (22/9/2014)
Pria yang akrab disapa Ahok itu menjelaskan definisi “kutu loncat”, yakni seorang politisi dari partai ke partai.
Apabila ia saat ini memutuskan untuk masuk ke partai politik lainnya, maka itu yang dinamakan “kutu loncat”. Namun, setelah keluar dari Partai Gerindra, Basuki belum memutuskan untuk bergabung dalam partai politik mana pun. Ia memilih fokus untuk membenahi Jakarta selama tiga tahun sisa pemerintahannya.
Pada September 2007, Basuki memutuskan berhenti dari keanggotaan sebagai Partai Indonesia Baru (PIB). Kemudian, ia tidak lagi menjadi anggota partai politik hingga tahun 2008. “Masyarakat minta saya masuk DPR RI. Karena masuk DPR itu harus anggota partai, saya baru masuk Partai Golkar. Saya baru loncat (partai) sekali, dari Golkar ke Gerindra,” ujar Basuki.
Sekadar informasi, Prabowo sebelumnya mengatakan bahwa seleksi alam akan menunjukkan mana kader yang baik dan mana kader yang tidak baik dalam internal Partai Gerindra. “Alam akan memisahkan mana kader baik, mana kader setengah baik, mana ‘kutu loncat’, mana yang ‘kutu busuk’,” kata Prabowo saat itu.
Beberapa kader partai yang hadir dalam kongres tersebut lantas menyerukan nama Ahok (Basuki) dalam menanggapi pernyataan Prabowo.
10
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat di tarik dari makalah ini adalah sebagai berikut :
Perubahan organisasi adalah tindakan beralihnya suatu organisasi dari kondisi yang berlaku kini, ke kondisi masa yang akan datang yang di inginkan guna meningkatkan efisiensinya.
Pengembangan organisasi adalah suatu pendekatan sistematik, terpadu dan terencana untuk meningkatnya efektivitas organisasi serta memecahkan masalah-masalah (seperti kurangnya kerja sama/koperasi, desentralisasi yang berlebihan dan kurang cepatnya komunikasi dan sebagainya) yang merintangi efisiensi pengoperasian pada semua tingkatan.
Kekuatan-kekuatan Internal dalam perubahan organisasi, perubahan kebijakan lingkungan. Perubahan tujuan, perluasan wilayah operasi tujuan,volume kegiatan bertambah banyak,sikap dan perilaku dari para anggota organisasi. Kekuatan-kekuatan eksternal yaitu politik, hokum, kebudayaan, teknologi, sumberdaya alam,demografi,sosiiologi.
Kekuatan-kekuatan eksternal yaitu kompetisi yang semakin tajam dalam organisasi, perkembangan iptek, perubahan lingkungan,baik lingkungan fisik maupun social yang membuat organisasi berfikir, bagaimana mendapatkan sumber diluar organisasi untuk masa depan organisasi. Kekuatan-kekuatan internal yaitu struktur,system,dan prosedur,perlengkapan dan fasillitas, proses dan saran apabila tidak cocok akan membuat organisasi melalui perbaikan. Perubahan organisasi dilakukan untuk mencocokan dengan kebutuhan yang ada.
3.2 Saran
Dengan makalah ini penulis berharap agar pembaca dapat memahami tentang arti penting perubahan dan perkembangan organisasi di dalam kehidupan berorganisasi. Semoga makalah ini dapat berguna bagi pembaca. Penulis juga mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar penulis dapat lebih baik lagi.
11
DAFTAR PUSTAKA