MAKALAH
TEORI ORGANISASI UMUM
PERUBAHAN DAN PERKEMBANGAN ORGANISASI
KELOMPOK 5:
1. AGUNG TRI ATMOJO (10113364)
2. ANDREAS DANANG P. (10113927)
3. DIMAS SATRIA W.P (12113521)
4. HEDI ZAKIA (13113990)
5. M. AGA MUSDALIFAH (15113111)
6. MUKHLIS ABDUL R. (16113199)
7. RISA CARMELITA (17113780)
8. TITUS BAYU (18113930)
KELAS : 2KA13
UNIVERSITAS GUNADARMA
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas izin-Nya
kami dapat menyelesaikan makalah “Perubahan dan Perkembangan Organisasi”
Makalah ini berisikan tentang faktor dan proses berubah dan berkembangnya
sebuah organisasi. Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada
kita semua tentang perkembangan organisasi.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu
kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan
demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan
serta dalam menyusun makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT
selalu memberkai kita semua. Amin
Penyusun
i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar …………………………………………………………………………………………………………… i
Daftar Isi ……………………………………………………………………………………………………………………….. ii
BAB I PENDAHULUAN …………………………….……………………………………………………………………… 1
1. Latar Belakang …………………………..……………………………….…………………………………….. 1
2. Rumusan Masalah ………………………………………………….…………………………………………. 1
3. Tujuan ………………………………………………………………………………………………..…………….. 1
BAB II PEMBAHASAN ……………………………………………………………………………………………………… 1
1. Pengertian Organisasi ……………………………………………………………………………………….. 2
2. Tujuan Organisasi ……………………………………………………………………………………………… 3
3. Faktor – Faktor Perubahan Organisasi ………………………………………………………………. 3-4
4. Proses Perubahan ……………………………………………………………………………………………… 5
5. Perkembangan Organisasi ……………………………………………………………….………………… 6
6. Ciri-ciri Pengembangan Organisasi …………………………………………………………………….. 6
7. Metode Pengembangan Organisasi ………………………………………………….……………….. 7-8
1. Metode Pengembangan perilaku ……………………………………………….……………….. 8
2. Metode Pengembangan Keterampilan dan Sikap ……………………….……………….. 9
Contoh Kasus ………………………………………………………………………………………………….………………. 10
BAB III PENUTUP …………………………………………………………………………………………………………….. 11
Daftar Pustaka ………………………………………………………………………………………………………………… 12
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kemampuan organisasi untuk bertahan hidup (survive) sangat
ditentukan oleh kemampuan organisasi untuk berubah, menyesuaikan diri dengan
perubahan lingkungan bisnis yang dihadapi atau menyesuaikan diri dengan
perubahan potensial yang akan terjadi di masa mendatang. Kemampuan organisasi
untuk berkembang ditentukan oleh kemampuan organisasi dalam menciptakan
perubahan.
Perubahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, baik itu faktor secara negative
yang membuat organisasi tersebut mundur, maupun faktor positive yang mendukung
organisasi tersebut menjadi maju.
Berbagai upaya perubahan organisasi yang dilakukan secara terencana, seperti
upaya perubahan dengan melakukan pembelian peralatan baru, atau merancang ulang
sebuah desain, ataupun menyusun ulang suatu kurikulum sekolah, atau suatu
departemen pada suatu fakultas. Hal ini karena fokus kajian PO (Pengembangan
Organisasi) itu terletak pada peningkatan kemampuan organisasi untuk dapat
mengetahui dan memecahkan berbagai masalah yang dihadapi organisasi itu
sendiri.
Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan
efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan bersama akan
pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian. Pengembangan
organisasi (PO) sebagai suatu disiplin perubahan perencanaan yang menekankan
pada penerapan ilmu pengetahuan dan praktek keperilakuan untuk membantu
organisasi-organisasi mencapai efektivitas yang lebih besar.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa faktor – faktor yang menyebabkan perubahan pada
organisasi?
2. Bagaimana proses terjadinya perubahan?
3. Apa saja ciri – ciri pengembangan organisasi?
1.3 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara-cara
berorganisasi yang baik. Dimana dalam sebuah organisasi pasti ada perubahan dan
perkembangan yang tidak bisa kita hindari. Dalam makalah ini terdapat contoh
kasus perubahan organisasi yang dapat dijadikan pelajaran saat nanti ketika
kita berorganisasi. Perubahan yang dialami bisa saja menjadikan organisasi itu
lebih baik atau lebih buruk, tergantung bagaimana kita sebagai anggotanya yang
melakukan perubahan dan perkembangan.
1
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Organisasi
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama
satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan
sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara
rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali,
dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan),
sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan
efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
– Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang
melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
– James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan
manusia untuk mencapai tujuan bersama.
– Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem
aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
– Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity)
sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif
dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk
mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek
seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan
eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang
dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat
disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya
manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka
pengangguran
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang
terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup.
Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam
keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang
dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.
2
2.2 Tujuan Organisasi
Manusia sering disebut sebagai makhluk sosial, Hal ini disebabkan manusia
selalu memerlukan bantuan orang lain dalam hidupnya. Manusia berkumpul, bekerja
sama, dan saling berhubungan satu sama lain. Dengan berkumpul, manusia dapat
saling memberi dan menerima dalam mewujudkan kehidupan di muka bumi.Organisasi
merupakan perwujudan pikiran manusia.Dengan organisasi, manusia berharap agar
lebih mudah mencapai keinginan dan harapannya.Karena itu salah satu tujuan organisasi
adalah mempermudah setiap orang dalam melaksanakan tugas demi tercapainya
tujuan tertentu.
Di negara kita, setiap warga negara mempunyai kebebasan untuk
berorganisasi.Bahkan kebebasan itu telah diakui secara sah oleh negara.UUD 1945
pasal 28E Ayat 3 secara tegas menyatakan bahwa, “Setiap orang berhak atas
kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.”
Dengan pernyataan yang terdapat dalam UUD tersebut, maka jelas bahwa negara
memberi kebebasan kepada warga negara untuk membentuk dan memasuki
organisasi.Negara juga melindungi setiap orang untuk berkumpul dan mengeluarkan
pendapat, baik secara lisan maupun tertulis.
Apa sebenarnya manfaat berorganisasi?
Banyak manfaat yang bisa diambil jika kita masuk dan beraktivitas dalam sebuah
organisasi. Manfaat-manfaat itu antara lain sebagai berikut :
a. Organisasi merupakan sarana untuk berinteraksi dengan orang lain dalam ruang
lingkup yang lebih luas dan resmi.
b. Organisasi melatih kita dalam membekali diri dengan kemampuan bekerja sama
dan berhubungan dengan orang lain.
c. Organisasi dapat mengasah kemampuan diri dalam hal kepemimpinan
d. Organisasi merupakan tempat bagi kita untuk mengabdi kepada sesama.
2.3 Faktor – Faktor Perubahan Organisasi
Alvin L. Bertrand berpendapat bahwa awal dari perubahan itu adalah komunikasi,
yaitu proses penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak yang lain sehingga
dicapai pemahaman bersama, hal ini disebabkan karena adanya pengkomunikasian
gagasan-gagasan, ide-ide, nilai-nilai, keyakinan-keyakinan maupun hasil-hasil
kebudayaan fisik.
Sebuah perubahan dan pengembangan dapatlah terjadi pada apapun dan siapapun
tidak terkecuali dengan organisasi. Tidak banyak individu atau organisasi
menyukai adanya perubahan, namun perubahan tidak dapat dihindari namun harus di
hadapi.
3
Proses perubahan organisasi adalah konsep daur hidup atau life
cycle. Organisasi mengalami proses kelahiran pertumbuhan, berkembang,
kematangan, kemunduran dan akhirnya mengalami kematian sebagaimana dalam semua
sistem biologi dam sistem sosial. Secara garis ada dua faktor penyebab
terjadinya perubahan dalam organisasi yaitu:
a. Faktor Eksternal
Adalah penyebab perubahan yang berasal dari luar, atau sering disebut
lingkungan. Organisasi bersifat responsive terhadap perubahan yang terjadi di
lingkungannya. Oleh karena itu, jarang sekali suatu organisasi melakukan
perubahan besar tanpa adanya dorongan yang kuat dari lingkungannya. Artinya,
perubahan yang besar itu terjadi karena lingkungan menuntut seperti itu.
Beberapa penyebab perubahan organisasi yang termasuk faktor ekstern adalah
perkembangan teknologi, faktor ekonomi dan peraturan pemerintah.
b. Faktor Internal
Adalah penyebab perubahan yang berasal dari dalam organisasi yang bersangkutan,
yang dapat berasal dari berbagai sumber antara lain:
– Problem hubungan antar anggota
– Problem dalam proses kerja sama
– Problem keuangan
Hubungan antar anggota yang kurang harmonis merupakan salah satu problem yang
lazim terjadi. Dibedakan menjadi dua, yaitu: problem yang menyangkut hubungan
atasan bawahan (hubungan yang bersifat vertikal), dan problem yang menyangkut
hubungan sesama anggota yang kedudukannya setingkat (hubungan yang bersifat
horizontal).
Dari perubahan tersebut tentunya akan berdampak pada beberapa perubahan dalam
organisasi tersebut, seperti perubahan sifat organisasi. Untuk menangani
masalah tersebut, haruslah organisasi tersebut menetapkan suatu tindakan atau
kebijakan dan penyesuaian diri agar sifat organisasi yang sebelumnya tidak
lenyap dan terganti. Saat terjadi perubahan struktur organisasi, haruslah tetap
berpegang teguh kepada prinsip bahwa struktur organisasi telah disusun dan di
tetapkan dengan tujuan memberikan suatu gambaran tentang berbagai hal dalam
organisasi tersebut. Dalam melakukan perubahan dalam suatu organisasi umumnya tidak
berjalan dengan begitu lancar karna terdapat beberapa hambatan dalam proses
perubahan tersebut. Hambatan tersebut umumnya terjadi dari luar atau dari
faktor ekstenal.
4
2.4 Proses Perubahan
Organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada
berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi. Yang dimaksud dengan proses
perubahan organisasi adalah tata urutan atau langkah langkah dalam mewujudkan
perubahan organisasi.
Perubahan organisasi merupakan perubahan yang berkaitan dengan pengembangan,
perbaikan, maupun penyesuaian yang meliputi struktur, teknologi, metode kerja
maupun sistem manajemen suatu organisasi. suatu organisasi tidak harus
melaksanakan suatu perubahan. Hal ini merupakan suatu strategi untuk memenuhi
beberapa keseluruhan tujuan dari suatu organisasi.Langkah tersebut terdiri dari
:
a. Mengadakan Pengkajian
Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap organisasi apapun tidak dapat menghindarkan
diri dari pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi.
Perubahan yang terjadi di luar organisasi itu mencakup berbagai bidang, antara
lain politik, ekonomi, teknologi, hukum, sosial budaya dan sebagainya.
Perubahan tersebut mempunyai dampak terhadap organisasi, baik dampak yang
bersifat negatif maupun positif. Dampak bersifat negatif apabila perubahan itu
menjadi hambatan bagi kelancaran, perkembangan dan kemajuan organisasi. Dampak
bersifat positif apabila perubahan itu dapat memperlancar kegiatan,
perkembangan dan kemajuan organisasi atau dalam bentuk kesempatan-kesempatan
baru yang tidak tersedia sebelumnya.
b. Mengadakan Identifikasi
Yang perlu diidentifiskasi adalah dampak perubahan perubahan yang terjadi dalam
organisasi. Setiap faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan organisasi
harus diteliti secara cermat sehingga jelas permasalahannya dan dapat
dipecahkan dengan tepat.
c. Menetapkan Perubahan
Sebelum langkah-langkah perubahan diambil, pimpinan organisasi harus yakin
terlebih dahulu bahwa perubahan memang harus dilakukan, baik dalam rangka
meningkatkan kemampuan organisasi maupun dalam rangka mempertahankan eksistensi
serta pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya.
d. Menentukan Strategi
Apabila pimpinan organisasi yakin bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan
maka pemimpin organisasi harus segera menyusun strategi untuk mewujudkannya.
5
e. Melakukan Evaluasi
Untuk mengetahui apakah hasil dari perubahan itu bersifat positif atau negatif,
perlu dilakukan penilaian. Apabila hasil perubahan sesuai dengan harapan
berarti berpengaruh postif terhadap organisasi, dan apabila sebaliknya berarti
negatif.
2.5 Perkembangan Organisasi
Ada beberapa pengertian tentang Perkembangan Organisasi, diantaranya :
a. Strategi untuk merubah nilai-nilai daripada manusia dan juga struktur
organisasi sehingga organisasi itu dapat beradaptasi dengan dengan
lingkungannya.
b. Suatu penyempurnaan yang terencana dalam fungsi menyeluruh (nilai dan
struktur) suatu organisasi.
c. PO merupakan suatu proses yang meliputi serangkaian perencanaan perubahan
yang sistematis yang dilakukan secara terus-menerus oleh suatu organisasi.
d. PO merupakan suatu pendekatan situasional atau kontingensi untuk
meningkatkan efektifitas organisasi
e. PO lebih menekankan pada system sebagai sasaran perubahan.
f. PO meliputi perubahan yang sengaja direncanakan
Dari beberapa pengertian diatas,dapat kita simpulkan bahwa Perkembangan
Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas
keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan bersama akan pertumbuhan dan
perkembangan dengan tujuan keorganisasian. Pengembangan organisasi (PO) sebagai
suatu disiplin perubahan perencanaan yang menekankan pada penerapan ilmu
pengetahuan dan praktek keperilakuan untuk membantu organisasi-organisasi
mencapai efektivitas yang lebih besar.
2.6 Ciri-ciri Pengembangan Organisasi
Suatu strategi pendidikan yang kompleks yang dimaksudkan untuk mengubah
keyakinan, sikap, nilai, dan struktur organisasi sehingga mereka dapat lebih
beradaptasi dengan teknologi baru, pemasaran dan tantangan, dan tingkat yang
memusingkan perubahan itu sendiri. Maka Pengembangan organisasi yang efektif
memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
6
•Merupakan strategi terencana dalam mewujudkan perubahan
organisasional, yang memiliki sasaran jelas berdasarkan diagnosa yang tepat
tentang permasalahan yang dihadapi oleh organisasi.
•Merupakan kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan
yang akan terjadi.
•Menekankan cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh
organisasi dan semua satuan kerja dalam organisasi.
•Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian
terpenting.
•Menggunakan pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya
interaksi, interaksi dan interdependensi antara berbagai satuan kerja sebagai
bagian integral di suasana yang utuh.
•Menggunakan pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi.
Bila selama ini kita hanya mengenal pembelajaran pada tingkat individu dan
kelompok, maka perkembangan manajemen telah mengenal pembelajaran organisasi
(learning organization), yang secara sederhana dapat diartikan sebagai
organisasi yang secara terus menerus melakukan perubahan diri agar dapat
mengelola pengetahuan lebih baik lagi, memanfaatkan tekhnologi, memberdayakan
sumber daya, dan memperluas area belajarnya agar mampu bertahan di lingkungan
yang selalu berubah.
2.7 Metode Pengembangan Organisasi
Dalam kegiatan pengembangan organisasi terdapat berbagai macam metode yang pada
dasarnya dikelompokan dalam 2 macam, yaitu metode pengembangan perilaku, dan
metode pengembangan keterampilan dan sikap.
1. Metode Pengembangan Perilaku
Metode pengembangan perilaku atau Behavioral Development Methode merupakan
metode yang berusaha menyelidiki secara mendalam tentang proses perilaku
kelompok dan individu. Hal itu dapat dilakukan dengan mempergunakan berbagai
cara. Dengan kata lain, metode pengembangan perilaku dapat dibedakan menjadi
berberapa macam.
Dalam buku ini hanya disebutkan 4 macam yaitu, jaringan manajerial, latihan
kepekaan, pembentukan tim, dan umpan balik survei.
7
- Jaringan manajerial : Jaringan manajerial atau kisi manajerial
disebut juga latihan jaringan adalah suatu metode pengembangan organisasi yang
didasarkan jaringan material. Teori ini dipelopori oleh Robert Blake dan Jane
Mouton. Menurut mereka, gaya kepemimpinan akan menjadi sangat efektif apabila
perhatian pimpinan terhadap produksi dan orang dalam keadaan seimbang. Dalam
hal demikian pimpinan menunjukkan perhatian tinggi baik terhadap produksi
maupun terhadap orang.
– Latihan Kepekaan : merupakan latihan dalam kelompok. Oleh karena itu metode
ini dinamakan pula metode T-group. dalam metode ini yang dimaksud dengan
kepekaan adalah kepekaan terhadap diri sendiri dan terhadap hubungan diri
sendiri dengan orang lain. Metode ini berlandaskan pada anggapan bahwa
kesulitan untuk berprestasi disebabkan oleh adanya persoalan emosional dari kelompok
orang-orang yang harus mencapi tujuan.
– Pembentukan Tim : Merupakan salah satu metode pengembangan organisasi dengan
mengembangkan perilaku kelompok melalui suatu teknik intervensi yang disebut
pembentukan tim. Tujuan dari pada pengembangan perilaku kelompok ialah untuk
melakukan pekerjaan secara efektif dengan membentuk tim.
– Umpan Balik Survei : adalah suatu metode yang berusaha mengumpulkan data-data
dari para anggota organisasi. Data itu meliputi data-data yang berhubungan
dengan tingkah laku, sikap, seta berbagai perasaan lain yang ada pada diri
setiap anggota organisasi.
2. Metode Pengembangan Keterampilan dan Sikap
Metode ini merupakan suatu program latihan yang dilaksanakan secara
terus-menerus dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan
sikap para anggota organisasi. Oleh karena itu yang dimaksud dengan latihan
atau training adalah suatu proses pengembangan kecakapan, pengetahuan,
keterampilan, keahlian, dan sikap tingkah laku dari para anggota organisasi.
Program latihan dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya ialah latihan
di tempat kerja, latihan instruksi kerja, latihan di luar tempat pekerjaan, dan
latihan di tempat kerja tiruan.
– Latihan di tempat kerja : Latihan kerja di tempat kerja yang sebenarnya.
Latihan ini melatih anggota organisasi untuk menjalankan pekerjaan-pekerjaan
dengan lebih efisien. Keuntungan yang diperoleh dalam latihan di tempat kerja
ini antara lain, sangat ekonomis karena para peserta tetap produktif selama
mereka mengikuti dan menjalankan latihan, selain itu prestasi anggota
organisasi tidak akan berkurang atau hilang, hal ini sangat berbeda apabila
dibanding dengan latihan yang diadakan diluar tempat kerja. Latihan yang di
luar tempat kerja akan mengakibatkan sebagian prestasi hilang apabila peserta
latihan kembali ke tempat kerjanya masing-masing.
8
- Latihan instruksi kerja : Terdiri dari 3 macam yaitu Job
Instruction Training (latihan mengenai proses pemberian instruksi-instruksi
kerja. Para peserta latihan mula-mula diperkenalkan dengan pekerjaan, dan
kepada mereka diberikan berbagai instruksi dan demonstrasi secara bertahap
mengenai fungsi pekerjaan.) Job Method Training (Latihan yang berhubungan
dengan penyederhanaan kerja) Job Relation Training (Latihan yang berhubungan
dengan faktor manusian di dalam pekerjaannya setiap hari)
– Latihan di luar tempat kerja : merupakan latihan yang diadakan di luar tempat
kerja. Salah satu keuntungan dari latihan ini adalah adanya motivasi dari para
peserta latihan untuk lebih memahami materi/bahan pelajaran mengingat mereka
tidak dibebani dengan pekerjaan selama mereka mengikuti latihan.
– Latihan di tempat kerja tiruan : adalah latihan yang diberikan pada tempat
kerja tiruan. Latihan ini umumnya diberikan kepada mereka yang bekerja di
tempat-tempat kerja yang membawa risiko cukup besar. Dengan latihan ini
diharapkan para peserta lebih banyak menguasai tentang teknik-teknik kerja yang
baik.
9
CONTOH KASUS :
Ahok: Saya Berhenti Dari Partai, Bukan “Kutu Loncat”
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki
Tjahaja Purnama merespons santai sindiran Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra
Prabowo Subianto yang menyebut “kutu loncat” dalam Kongres Luar Biasa Partai
Gerindra, Sabtu (20/9/2014).
“Enggak mau tanggapilah, nanti jadi susah. Saya masuk Gerindra
kan juga (loncat) dari Partai Golkar. Akan tetapi, saya tidak loncat
sebetulnya, saya berhenti (dari partai),” kata Basuki di Balaikota Jakarta,
Senin (22/9/2014)
Pria yang akrab disapa Ahok itu menjelaskan definisi “kutu
loncat”, yakni seorang politisi dari partai ke partai.
Apabila ia saat ini memutuskan untuk masuk ke partai politik
lainnya, maka itu yang dinamakan “kutu loncat”. Namun, setelah keluar dari
Partai Gerindra, Basuki belum memutuskan untuk bergabung dalam partai politik
mana pun. Ia memilih fokus untuk membenahi Jakarta selama tiga tahun sisa
pemerintahannya.
Pada September 2007, Basuki memutuskan berhenti dari keanggotaan
sebagai Partai Indonesia Baru (PIB). Kemudian, ia tidak lagi menjadi anggota
partai politik hingga tahun 2008. “Masyarakat minta saya masuk DPR RI. Karena
masuk DPR itu harus anggota partai, saya baru masuk Partai Golkar. Saya baru
loncat (partai) sekali, dari Golkar ke Gerindra,” ujar Basuki.
Sekadar informasi, Prabowo sebelumnya mengatakan bahwa seleksi
alam akan menunjukkan mana kader yang baik dan mana kader yang tidak baik dalam
internal Partai Gerindra. “Alam akan memisahkan mana kader baik, mana kader
setengah baik, mana ‘kutu loncat’, mana yang ‘kutu busuk’,” kata Prabowo saat
itu.
Beberapa kader partai yang hadir dalam kongres tersebut lantas
menyerukan nama Ahok (Basuki) dalam menanggapi pernyataan Prabowo.
10
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat di tarik dari makalah ini adalah sebagai berikut :
Perubahan organisasi adalah tindakan beralihnya suatu organisasi dari kondisi
yang berlaku kini, ke kondisi masa yang akan datang yang di inginkan guna
meningkatkan efisiensinya.
Pengembangan organisasi adalah suatu pendekatan sistematik, terpadu dan
terencana untuk meningkatnya efektivitas organisasi serta memecahkan
masalah-masalah (seperti kurangnya kerja sama/koperasi, desentralisasi yang
berlebihan dan kurang cepatnya komunikasi dan sebagainya) yang merintangi
efisiensi pengoperasian pada semua tingkatan.
Kekuatan-kekuatan Internal dalam perubahan organisasi, perubahan kebijakan
lingkungan. Perubahan tujuan, perluasan wilayah operasi tujuan,volume kegiatan
bertambah banyak,sikap dan perilaku dari para anggota organisasi.
Kekuatan-kekuatan eksternal yaitu politik, hokum, kebudayaan, teknologi, sumberdaya
alam,demografi,sosiiologi.
Kekuatan-kekuatan eksternal yaitu kompetisi yang semakin tajam dalam
organisasi, perkembangan iptek, perubahan lingkungan,baik lingkungan fisik
maupun social yang membuat organisasi berfikir, bagaimana mendapatkan sumber diluar
organisasi untuk masa depan organisasi. Kekuatan-kekuatan internal yaitu
struktur,system,dan prosedur,perlengkapan dan fasillitas, proses dan saran
apabila tidak cocok akan membuat organisasi melalui perbaikan. Perubahan
organisasi dilakukan untuk mencocokan dengan kebutuhan yang ada.
3.2 Saran
Dengan makalah ini penulis berharap agar pembaca dapat memahami tentang arti
penting perubahan dan perkembangan organisasi di dalam kehidupan berorganisasi.
Semoga makalah ini dapat berguna bagi pembaca. Penulis juga mengharapkan kritik
dan saran yang membangun agar penulis dapat lebih baik lagi.
11
DAFTAR PUSTAKA
PERUBAHAN DAN PERKEMBANGAN ORGANISASI
1. AGUNG TRI ATMOJO (10113364)
2. ANDREAS DANANG P. (10113927)
3. DIMAS SATRIA W.P (12113521)
4. HEDI ZAKIA (13113990)
5. M. AGA MUSDALIFAH (15113111)
6. MUKHLIS ABDUL R. (16113199)
7. RISA CARMELITA (17113780)
8. TITUS BAYU (18113930)
KELAS : 2KA13
Makalah ini berisikan tentang faktor dan proses berubah dan berkembangnya sebuah organisasi. Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang perkembangan organisasi.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam menyusun makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT selalu memberkai kita semua. Amin
Daftar Isi ……………………………………………………………………………………………………………………….. ii
BAB I PENDAHULUAN …………………………….……………………………………………………………………… 1
1. Latar Belakang …………………………..……………………………….…………………………………….. 1
2. Rumusan Masalah ………………………………………………….…………………………………………. 1
3. Tujuan ………………………………………………………………………………………………..…………….. 1
BAB II PEMBAHASAN ……………………………………………………………………………………………………… 1
1. Pengertian Organisasi ……………………………………………………………………………………….. 2
2. Tujuan Organisasi ……………………………………………………………………………………………… 3
3. Faktor – Faktor Perubahan Organisasi ………………………………………………………………. 3-4
4. Proses Perubahan ……………………………………………………………………………………………… 5
5. Perkembangan Organisasi ……………………………………………………………….………………… 6
6. Ciri-ciri Pengembangan Organisasi …………………………………………………………………….. 6
7. Metode Pengembangan Organisasi ………………………………………………….……………….. 7-8
1. Metode Pengembangan perilaku ……………………………………………….……………….. 8
2. Metode Pengembangan Keterampilan dan Sikap ……………………….……………….. 9
Contoh Kasus ………………………………………………………………………………………………….………………. 10
BAB III PENUTUP …………………………………………………………………………………………………………….. 11
Daftar Pustaka ………………………………………………………………………………………………………………… 12
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perubahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, baik itu faktor secara negative yang membuat organisasi tersebut mundur, maupun faktor positive yang mendukung organisasi tersebut menjadi maju.
Berbagai upaya perubahan organisasi yang dilakukan secara terencana, seperti upaya perubahan dengan melakukan pembelian peralatan baru, atau merancang ulang sebuah desain, ataupun menyusun ulang suatu kurikulum sekolah, atau suatu departemen pada suatu fakultas. Hal ini karena fokus kajian PO (Pengembangan Organisasi) itu terletak pada peningkatan kemampuan organisasi untuk dapat mengetahui dan memecahkan berbagai masalah yang dihadapi organisasi itu sendiri.
Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan bersama akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian. Pengembangan organisasi (PO) sebagai suatu disiplin perubahan perencanaan yang menekankan pada penerapan ilmu pengetahuan dan praktek keperilakuan untuk membantu organisasi-organisasi mencapai efektivitas yang lebih besar.
2. Bagaimana proses terjadinya perubahan?
3. Apa saja ciri – ciri pengembangan organisasi?
1.3 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara-cara berorganisasi yang baik. Dimana dalam sebuah organisasi pasti ada perubahan dan perkembangan yang tidak bisa kita hindari. Dalam makalah ini terdapat contoh kasus perubahan organisasi yang dapat dijadikan pelajaran saat nanti ketika kita berorganisasi. Perubahan yang dialami bisa saja menjadikan organisasi itu lebih baik atau lebih buruk, tergantung bagaimana kita sebagai anggotanya yang melakukan perubahan dan perkembangan.
1
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Organisasi
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
– Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
– James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
– Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
– Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.
Manusia sering disebut sebagai makhluk sosial, Hal ini disebabkan manusia selalu memerlukan bantuan orang lain dalam hidupnya. Manusia berkumpul, bekerja sama, dan saling berhubungan satu sama lain. Dengan berkumpul, manusia dapat saling memberi dan menerima dalam mewujudkan kehidupan di muka bumi.Organisasi merupakan perwujudan pikiran manusia.Dengan organisasi, manusia berharap agar lebih mudah mencapai keinginan dan harapannya.Karena itu salah satu tujuan organisasi adalah mempermudah setiap orang dalam melaksanakan tugas demi tercapainya tujuan tertentu.
Di negara kita, setiap warga negara mempunyai kebebasan untuk berorganisasi.Bahkan kebebasan itu telah diakui secara sah oleh negara.UUD 1945 pasal 28E Ayat 3 secara tegas menyatakan bahwa, “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.”
Dengan pernyataan yang terdapat dalam UUD tersebut, maka jelas bahwa negara memberi kebebasan kepada warga negara untuk membentuk dan memasuki organisasi.Negara juga melindungi setiap orang untuk berkumpul dan mengeluarkan pendapat, baik secara lisan maupun tertulis.
Apa sebenarnya manfaat berorganisasi?
Banyak manfaat yang bisa diambil jika kita masuk dan beraktivitas dalam sebuah organisasi. Manfaat-manfaat itu antara lain sebagai berikut :
a. Organisasi merupakan sarana untuk berinteraksi dengan orang lain dalam ruang lingkup yang lebih luas dan resmi.
b. Organisasi melatih kita dalam membekali diri dengan kemampuan bekerja sama dan berhubungan dengan orang lain.
c. Organisasi dapat mengasah kemampuan diri dalam hal kepemimpinan
d. Organisasi merupakan tempat bagi kita untuk mengabdi kepada sesama.
2.3 Faktor – Faktor Perubahan Organisasi
Alvin L. Bertrand berpendapat bahwa awal dari perubahan itu adalah komunikasi, yaitu proses penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak yang lain sehingga dicapai pemahaman bersama, hal ini disebabkan karena adanya pengkomunikasian gagasan-gagasan, ide-ide, nilai-nilai, keyakinan-keyakinan maupun hasil-hasil kebudayaan fisik.
Sebuah perubahan dan pengembangan dapatlah terjadi pada apapun dan siapapun tidak terkecuali dengan organisasi. Tidak banyak individu atau organisasi menyukai adanya perubahan, namun perubahan tidak dapat dihindari namun harus di hadapi.
a. Faktor Eksternal
Adalah penyebab perubahan yang berasal dari luar, atau sering disebut lingkungan. Organisasi bersifat responsive terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya. Oleh karena itu, jarang sekali suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa adanya dorongan yang kuat dari lingkungannya. Artinya, perubahan yang besar itu terjadi karena lingkungan menuntut seperti itu. Beberapa penyebab perubahan organisasi yang termasuk faktor ekstern adalah perkembangan teknologi, faktor ekonomi dan peraturan pemerintah.
b. Faktor Internal
Adalah penyebab perubahan yang berasal dari dalam organisasi yang bersangkutan, yang dapat berasal dari berbagai sumber antara lain:
– Problem hubungan antar anggota
– Problem dalam proses kerja sama
– Problem keuangan
Hubungan antar anggota yang kurang harmonis merupakan salah satu problem yang lazim terjadi. Dibedakan menjadi dua, yaitu: problem yang menyangkut hubungan atasan bawahan (hubungan yang bersifat vertikal), dan problem yang menyangkut hubungan sesama anggota yang kedudukannya setingkat (hubungan yang bersifat horizontal).
Dari perubahan tersebut tentunya akan berdampak pada beberapa perubahan dalam organisasi tersebut, seperti perubahan sifat organisasi. Untuk menangani masalah tersebut, haruslah organisasi tersebut menetapkan suatu tindakan atau kebijakan dan penyesuaian diri agar sifat organisasi yang sebelumnya tidak lenyap dan terganti. Saat terjadi perubahan struktur organisasi, haruslah tetap berpegang teguh kepada prinsip bahwa struktur organisasi telah disusun dan di tetapkan dengan tujuan memberikan suatu gambaran tentang berbagai hal dalam organisasi tersebut. Dalam melakukan perubahan dalam suatu organisasi umumnya tidak berjalan dengan begitu lancar karna terdapat beberapa hambatan dalam proses perubahan tersebut. Hambatan tersebut umumnya terjadi dari luar atau dari faktor ekstenal.
Organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi. Yang dimaksud dengan proses perubahan organisasi adalah tata urutan atau langkah langkah dalam mewujudkan perubahan organisasi.
Perubahan organisasi merupakan perubahan yang berkaitan dengan pengembangan, perbaikan, maupun penyesuaian yang meliputi struktur, teknologi, metode kerja maupun sistem manajemen suatu organisasi. suatu organisasi tidak harus melaksanakan suatu perubahan. Hal ini merupakan suatu strategi untuk memenuhi beberapa keseluruhan tujuan dari suatu organisasi.Langkah tersebut terdiri dari :
a. Mengadakan Pengkajian
Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi. Perubahan yang terjadi di luar organisasi itu mencakup berbagai bidang, antara lain politik, ekonomi, teknologi, hukum, sosial budaya dan sebagainya. Perubahan tersebut mempunyai dampak terhadap organisasi, baik dampak yang bersifat negatif maupun positif. Dampak bersifat negatif apabila perubahan itu menjadi hambatan bagi kelancaran, perkembangan dan kemajuan organisasi. Dampak bersifat positif apabila perubahan itu dapat memperlancar kegiatan, perkembangan dan kemajuan organisasi atau dalam bentuk kesempatan-kesempatan baru yang tidak tersedia sebelumnya.
b. Mengadakan Identifikasi
Yang perlu diidentifiskasi adalah dampak perubahan perubahan yang terjadi dalam organisasi. Setiap faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan organisasi harus diteliti secara cermat sehingga jelas permasalahannya dan dapat dipecahkan dengan tepat.
c. Menetapkan Perubahan
Sebelum langkah-langkah perubahan diambil, pimpinan organisasi harus yakin terlebih dahulu bahwa perubahan memang harus dilakukan, baik dalam rangka meningkatkan kemampuan organisasi maupun dalam rangka mempertahankan eksistensi serta pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya.
d. Menentukan Strategi
Apabila pimpinan organisasi yakin bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan maka pemimpin organisasi harus segera menyusun strategi untuk mewujudkannya.
Untuk mengetahui apakah hasil dari perubahan itu bersifat positif atau negatif, perlu dilakukan penilaian. Apabila hasil perubahan sesuai dengan harapan berarti berpengaruh postif terhadap organisasi, dan apabila sebaliknya berarti negatif.
Ada beberapa pengertian tentang Perkembangan Organisasi, diantaranya :
a. Strategi untuk merubah nilai-nilai daripada manusia dan juga struktur organisasi sehingga organisasi itu dapat beradaptasi dengan dengan lingkungannya.
b. Suatu penyempurnaan yang terencana dalam fungsi menyeluruh (nilai dan struktur) suatu organisasi.
c. PO merupakan suatu proses yang meliputi serangkaian perencanaan perubahan yang sistematis yang dilakukan secara terus-menerus oleh suatu organisasi.
d. PO merupakan suatu pendekatan situasional atau kontingensi untuk meningkatkan efektifitas organisasi
e. PO lebih menekankan pada system sebagai sasaran perubahan.
f. PO meliputi perubahan yang sengaja direncanakan
Dari beberapa pengertian diatas,dapat kita simpulkan bahwa Perkembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan bersama akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian. Pengembangan organisasi (PO) sebagai suatu disiplin perubahan perencanaan yang menekankan pada penerapan ilmu pengetahuan dan praktek keperilakuan untuk membantu organisasi-organisasi mencapai efektivitas yang lebih besar.
Suatu strategi pendidikan yang kompleks yang dimaksudkan untuk mengubah keyakinan, sikap, nilai, dan struktur organisasi sehingga mereka dapat lebih beradaptasi dengan teknologi baru, pemasaran dan tantangan, dan tingkat yang memusingkan perubahan itu sendiri. Maka Pengembangan organisasi yang efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
•Merupakan kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan yang akan terjadi.
•Menekankan cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan semua satuan kerja dalam organisasi.
•Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting.
•Menggunakan pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya interaksi, interaksi dan interdependensi antara berbagai satuan kerja sebagai bagian integral di suasana yang utuh.
•Menggunakan pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi.
Bila selama ini kita hanya mengenal pembelajaran pada tingkat individu dan kelompok, maka perkembangan manajemen telah mengenal pembelajaran organisasi (learning organization), yang secara sederhana dapat diartikan sebagai organisasi yang secara terus menerus melakukan perubahan diri agar dapat mengelola pengetahuan lebih baik lagi, memanfaatkan tekhnologi, memberdayakan sumber daya, dan memperluas area belajarnya agar mampu bertahan di lingkungan yang selalu berubah.
Dalam kegiatan pengembangan organisasi terdapat berbagai macam metode yang pada dasarnya dikelompokan dalam 2 macam, yaitu metode pengembangan perilaku, dan metode pengembangan keterampilan dan sikap.
1. Metode Pengembangan Perilaku
Metode pengembangan perilaku atau Behavioral Development Methode merupakan metode yang berusaha menyelidiki secara mendalam tentang proses perilaku kelompok dan individu. Hal itu dapat dilakukan dengan mempergunakan berbagai cara. Dengan kata lain, metode pengembangan perilaku dapat dibedakan menjadi berberapa macam.
Dalam buku ini hanya disebutkan 4 macam yaitu, jaringan manajerial, latihan kepekaan, pembentukan tim, dan umpan balik survei.
– Latihan Kepekaan : merupakan latihan dalam kelompok. Oleh karena itu metode ini dinamakan pula metode T-group. dalam metode ini yang dimaksud dengan kepekaan adalah kepekaan terhadap diri sendiri dan terhadap hubungan diri sendiri dengan orang lain. Metode ini berlandaskan pada anggapan bahwa kesulitan untuk berprestasi disebabkan oleh adanya persoalan emosional dari kelompok orang-orang yang harus mencapi tujuan.
– Pembentukan Tim : Merupakan salah satu metode pengembangan organisasi dengan mengembangkan perilaku kelompok melalui suatu teknik intervensi yang disebut pembentukan tim. Tujuan dari pada pengembangan perilaku kelompok ialah untuk melakukan pekerjaan secara efektif dengan membentuk tim.
– Umpan Balik Survei : adalah suatu metode yang berusaha mengumpulkan data-data dari para anggota organisasi. Data itu meliputi data-data yang berhubungan dengan tingkah laku, sikap, seta berbagai perasaan lain yang ada pada diri setiap anggota organisasi.
Metode ini merupakan suatu program latihan yang dilaksanakan secara terus-menerus dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap para anggota organisasi. Oleh karena itu yang dimaksud dengan latihan atau training adalah suatu proses pengembangan kecakapan, pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan sikap tingkah laku dari para anggota organisasi.
Program latihan dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya ialah latihan di tempat kerja, latihan instruksi kerja, latihan di luar tempat pekerjaan, dan latihan di tempat kerja tiruan.
– Latihan di tempat kerja : Latihan kerja di tempat kerja yang sebenarnya. Latihan ini melatih anggota organisasi untuk menjalankan pekerjaan-pekerjaan dengan lebih efisien. Keuntungan yang diperoleh dalam latihan di tempat kerja ini antara lain, sangat ekonomis karena para peserta tetap produktif selama mereka mengikuti dan menjalankan latihan, selain itu prestasi anggota organisasi tidak akan berkurang atau hilang, hal ini sangat berbeda apabila dibanding dengan latihan yang diadakan diluar tempat kerja. Latihan yang di luar tempat kerja akan mengakibatkan sebagian prestasi hilang apabila peserta latihan kembali ke tempat kerjanya masing-masing.
– Latihan di luar tempat kerja : merupakan latihan yang diadakan di luar tempat kerja. Salah satu keuntungan dari latihan ini adalah adanya motivasi dari para peserta latihan untuk lebih memahami materi/bahan pelajaran mengingat mereka tidak dibebani dengan pekerjaan selama mereka mengikuti latihan.
– Latihan di tempat kerja tiruan : adalah latihan yang diberikan pada tempat kerja tiruan. Latihan ini umumnya diberikan kepada mereka yang bekerja di tempat-tempat kerja yang membawa risiko cukup besar. Dengan latihan ini diharapkan para peserta lebih banyak menguasai tentang teknik-teknik kerja yang baik.
Ahok: Saya Berhenti Dari Partai, Bukan “Kutu Loncat”
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama merespons santai sindiran Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut “kutu loncat” dalam Kongres Luar Biasa Partai Gerindra, Sabtu (20/9/2014).
PENUTUP
Adapun kesimpulan yang dapat di tarik dari makalah ini adalah sebagai berikut :
Perubahan organisasi adalah tindakan beralihnya suatu organisasi dari kondisi yang berlaku kini, ke kondisi masa yang akan datang yang di inginkan guna meningkatkan efisiensinya.
Pengembangan organisasi adalah suatu pendekatan sistematik, terpadu dan terencana untuk meningkatnya efektivitas organisasi serta memecahkan masalah-masalah (seperti kurangnya kerja sama/koperasi, desentralisasi yang berlebihan dan kurang cepatnya komunikasi dan sebagainya) yang merintangi efisiensi pengoperasian pada semua tingkatan.
Kekuatan-kekuatan Internal dalam perubahan organisasi, perubahan kebijakan lingkungan. Perubahan tujuan, perluasan wilayah operasi tujuan,volume kegiatan bertambah banyak,sikap dan perilaku dari para anggota organisasi. Kekuatan-kekuatan eksternal yaitu politik, hokum, kebudayaan, teknologi, sumberdaya alam,demografi,sosiiologi.
Kekuatan-kekuatan eksternal yaitu kompetisi yang semakin tajam dalam organisasi, perkembangan iptek, perubahan lingkungan,baik lingkungan fisik maupun social yang membuat organisasi berfikir, bagaimana mendapatkan sumber diluar organisasi untuk masa depan organisasi. Kekuatan-kekuatan internal yaitu struktur,system,dan prosedur,perlengkapan dan fasillitas, proses dan saran apabila tidak cocok akan membuat organisasi melalui perbaikan. Perubahan organisasi dilakukan untuk mencocokan dengan kebutuhan yang ada.
Dengan makalah ini penulis berharap agar pembaca dapat memahami tentang arti penting perubahan dan perkembangan organisasi di dalam kehidupan berorganisasi. Semoga makalah ini dapat berguna bagi pembaca. Penulis juga mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar penulis dapat lebih baik lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar