Kali ini saya akan memposting tugas Bahasa Indonesia 2 yaitu
membaca novel dan Nove yang saya baca adalah KOALA KUMAL.KOALA KUMAL adalah
buku komedi yang menceritakan pengalaman Raditya Dika dari mulai jurit malam
SMP yang berakhir dengan kekacauan sampai bertemu perempuan yang mahir bermain
tombak.Seluruh cerita di dalamnya berasal dari kisah nyata.
Pada saat kelas lima SD, ada anak kecil yang kurang
pergaulan.Badan kurus ,kacamata kedodoran,sering keluar rumah dengan kemeja
rapi seperti petugas sensus konten dan nama anak itu adalah Dika.Dika sangat
jarang mempunyai teman,karena setiap selesai sekolah dia pasti langsung pulang
dan bermain dengan vidio game sepanjang hari.Kedua orang tuanya sangat khawatir
karena hanya bermain game sepanjang hari dan sering menasehatinya untuk bermain
game benaran dalam arti bermain dengan manusi – manusia normal.
Pada hari itu ayah nya mengajak Dika untuk bermain layang –
layangan di tanah yang lapang, dia mengajari cara menaikin layangan serta
beradu layangan dengan layang orang lain dan saat layangan yang diadu
putus,sang ayah menyuruh Dika untuk mengerjar layangan tersebut,dan disitulah
dia bertemu dengan Bahri dan Dodo.Pada hari itu juga merka mulai menjalani
persabatan.
Keluarga Dika sangat senang melihat anaknya bermain dengan
temannya.Namun persahabatan Dika, Bahri dan Dodo harus berakhir bermula pada
Ramadan tahun 1997.Suatu malam sepulang Tarawih merka bertiga masih akur dan
Bahri mengajaknya kerumah serta
mengeluarkan satu buah plastik hitam yang berisi petasan Jangwe.
Persahabatan mereka retak ketika Dodo dan Dika tidak mau
mendengarkan Bahri untuk bermain petasan untuk menjahili orang – orang,Dodo dan
Dika mencoba cari alasan untuk membohongi Bahri supaya mereka berdua tidak ikut
– ikutan dalam mepermainkan jahilnya dan dia mulai mengambil layang –
layangangan ketika lagi bersama ayahnya agar dia bisa membuat bertemu dengan
Bahri dan Dodo.Dika berharap ayahnya
sebentar lagi pulang dari kantor,lalu membantu nya untuk menerbangkan layangan
ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar