Serial Malam
Minggu Miko. Mungkin tidak asing lagi di telinga. Acara ini sudah tayang di
salah satu tv swasta. Proses terbentuknya pembuatannya penuh dengan cerita suka
dan duka. Mulai dari susahnya nyari pemainnya, saat pengambilan gambar, pemain
telat, atau belum lagi biaya yang dia ke luarkan dari uang sendiri –sebelum
ditayangkan di tv.
‘Mbak, bantuin proyek kecil-kecilan aku, ya. Acting
gitu buat main di video.’
‘Soteng gitu yah, Bang?’ tanya Mbak Neni (pembantunya)
‘Iya, shooting,’ kata gue.
‘Mau, Bang, Mau! Ada Dude Herlino gak?’
Masalahnya
tak berhenti di situ saja. Ketika mulai diproduksi untuk penayangan perdana di
tv. Kemampuan Dika yang minim pun diuji. Bagaimana pun untuk menjadi sutradara
harus bisa memecahkan masalah di lapangan. Seperti saat hujan tiba-tiba turun,
skenario kadang kala harus berubah dan menyesuaikan keadaannya.
“Di balik masalah yang pasti selalu ada ketika shooting,
gue senang menyelesaikannya. Terus terang gue bangga
dengan apa yang gue lakukan di Miko.” (Hal. 160)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar