“Aku tidak
takut. Jika setiap manusia memiliki lima emosi, yaitu bahagia, sedih,
takut, jijik, dan kemarahan, aku hanya memiliki empat emosi. Aku tidak
punya rasa takut.” Begitulah ucapan Bujang dalam pembuka novel ini.
Diceritakan bahwa awalnya Bujang tidak diperbolehkan ikut Tauke Muda yang berasal dari keluarga Tong oleh mamaknya, tapi karena bujukan sang bapak, mamak pun mengizinkan.
Bujang berubah menjadi sosok yang luar biasa, apalagi dengan didikan dari keluarga Tong yang memiliki bisnis shadow economy. Saya yang tak mengerti apa itu, bisa lebih paham setelah membaca penjelasan yang ditulis oleh Tere Liye.
“Shadow economy adalah ekonomi yang berjalan di ruang hitam, di bawah meja. Oleh karena itu orang juga menyebutnya black market, underground economy. Kita tidak sedang bicara tentang perdagangan obat-obatan, narkoba, atau prostitusi, judi dan sebagainya. Itu adalah masa lalu shadow economy , ketika mereka menjadi kecoa hitam dan menjijikan dalam sistem ekonomi dunia. Hari ini, kita bicara tentang pencucian uang, perdagangan senjata, transportasi, properti, minyak bumi, valas, pasar modal, retail, teknologi mutakhir, hingga penemuan dunia medis yang tidak ternilai, yang semuanya dikendalikan oleh institusi ekonomi pasar gelap. Kami tidak dikenal oleh masyarakat, tidak terdaftar di pemerintah, dan jelas tak diliput media massa …."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar